Bung Hatta mengingatkan bahwa perjuangan tidak berhenti pada saat kemerdekaan berhasil diraih. Justru tantangan yang lebih besar adalah bagaimana mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tersebut. Karena itu, pemuda harus mempersiapkan diri melalui pendidikan, pembentukan karakter, serta penguatan rasa tanggung jawab terhadap bangsa. Sambungnya.
Pemantik kedua Ahmad Hasan, menegaskan bahwa setiap orang yang ingin ikut dalam perjuangan harus siap berkorban. Mereka akan kehilangan waktu, tenaga, bahkan harta benda. Karena itu, membanting tulang dan mengorbankan jiwa merupakan sebuah keniscayaan bagi siapa pun yang ingin melihat Indonesia merdeka.
Kemerdekaan tidak akan datang dengan sendirinya. Untuk mempersiapkan kemerdekaan, Bung Hatta berpendapat bahwa ada sikap mendasar yang harus diubah dalam diri bangsa Indonesia.
Menurutnya, selama 350 tahun berada di bawah penjajahan, bangsa Indonesia telah mengalami luka yang sangat dalam. Penjajahan bukan hanya merampas kekayaan alam, tetapi juga membentuk mental masyarakat menjadi pasif, menerima nasib, kehilangan harga diri, dan tidak lagi percaya pada kemampuannya sendiri. Ujar Hasan.
Karena itu, sikap pasif tersebut harus diubah menjadi sikap yang aktif.
Bagi Bung Hatta, kebudayaan memiliki peran yang sangat penting karena kebudayaan akan mengangkat derajat suatu bangsa. Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan peradaban yang besar. Sayangnya, selama berabad-abad masa penjajahan, sejarah tersebut berusaha ditutupi sehingga bangsa Indonesia seolah-olah kehilangan rasa percaya diri terhadap identitasnya sendiri. Sambung Hasan.
Lebih lanjut, Masyarakat Indonesia tidak lagi diposisikan semata-mata sebagai rakyat yang menerima perintah. Mereka mulai diberi kesempatan mengisi berbagai jabatan pemerintahan yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang. Dengan demikian, telah terjadi perluasan peran, dari sekadar menjadi objek pemerintahan menjadi subjek yang mulai belajar mengelola pemerintahan dan menentukan arah bangsanya sendiri.
Salah seorang peserta memberi tanggapan bahwa menurutnya, Bung Hatta telah menggambarkan bahwa proses mempersiapkan sebuah bangsa menuju kemerdekaan membutuhkan perjalanan yang panjang. Kemerdekaan tidak lahir hanya karena satu atau dua tahun persiapan ataupun sekadar karena adanya janji politik dari pihak lain. Jauh sebelum Indonesia benar-benar merdeka, Bung Hatta telah merancang sebuah gagasan besar mengenai bagaimana bangsa ini harus dipersiapkan agar mampu berdiri sebagai bangsa yang merdeka.


br
br
br






br
br






br