News  

Bukber Pengurus PGRI Sulsel, ini Pembahasannya

Hasnawi juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa kunjungan ke daerah, ditemukan sejumlah aset dan sekolah PGRI yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun di sisi lain, terdapat pula sekolah yang telah lama tidak beroperasi atau beralih pengelolaannya.

“Semua kondisi itu akan didata dan diverifikasi. Setelah itu akan dirumuskan kebijakan untuk kembali membesarkan dan mengembangkan satuan pendidikan PGRI,” kata mantan Wakil Rektor I Universitas Negeri Makassar (UNM) tersebut.

Sementara itu, Ketua Tim Pengadaan Sekretariat PGRI Sulsel, Nursalam, S.Pd., M.Si, menjelaskan bahwa tahapan pengadaan sekretariat saat ini sedang dirampungkan.

Ia menyebutkan, pada Senin (9/3/2026) pihaknya menargetkan pengurusan nomor rekening bank untuk menampung sumbangan sukarela dari anggota PGRI Sulsel dapat segera selesai.

“Setelah itu akan digelar kembali rapat pleno bersama pengurus PGRI kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan untuk memperjelas mekanisme pengumpulan sumbangan sukarela dari anggota,” ujarnya.

Sementara Ketua Tim Task Force YPLP PGRI Sulsel, Dr H Muliono Caco, MM, M.Kes, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan verifikasi data terkait status pengelola dan aset sekolah yang menggunakan nama PGRI, termasuk dokumen akta notaris yayasan.

BACA JUGA:  Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan Akan Berkunjung ke Enrekang, Ini Rencananya

Selain itu, tim juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, mulai dari bupati, gubernur hingga kepala dinas pendidikan, guna memperjelas status kelembagaan dan pengelolaan sekolah.

“Kami juga akan melakukan verifikasi terhadap status guru PGRI, termasuk insentif yang diterima setiap bulan, serta melakukan pendataan siswa pada seluruh satuan pendidikan,” ungkapnya. ***