NusantaraInsight, Makassar — Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA Indonesia) Chapter Makassar menggelar forum inspiratif bertajuk “Resilience Mindset: Bouncing Back Stronger” di Ruang Teratai, Lantai 3 Hotel Horison, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi strategis bagi para profesional dan pemimpin organisasi dalam merespons tantangan global yang kian dinamis dan penuh ketidakpastian.
Forum tersebut menghadirkan Chairman AMA Indonesia sekaligus Principal Learning Partner Pakar Talenta, Dr. Alex Denni, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa resiliensi bukan sekadar kemampuan bertahan di bawah tekanan, melainkan kompetensi strategis untuk bangkit dan tumbuh lebih kuat pascakrisis.
Menurut Dr. Alex Denni, mindset resilien perlu dibangun secara sadar melalui pembelajaran berkelanjutan, pemanfaatan pengalaman, serta keberanian beradaptasi terhadap perubahan. “Individu dan organisasi yang unggul adalah mereka yang mampu mengelola tekanan, belajar dari kegagalan, dan mentransformasikan tantangan menjadi peluang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan yang efektif di era kompleksitas menuntut ketangguhan mental, keluwesan berpikir, serta komitmen untuk terus berkembang di tengah perubahan yang cepat.
Selain sesi inspiratif, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan prosesi pengenaan Vest AMA kepada empat anggota baru. Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen, integritas, dan profesionalisme dalam menjunjung nilai-nilai AMA Indonesia, sekaligus menandai penguatan solidaritas dan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi.
Ketua AMA Indonesia Chapter Makassar, Anna Serafine Awang, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari komitmen AMA Makassar dalam menghadirkan program-program berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Menurutnya, penguatan mindset dan kapasitas talenta merupakan fondasi utama dalam mencetak pemimpin yang adaptif, berdaya saing, dan berkarakter, serta mampu memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat luas. (*Rz)












