News  

Bedah Buku Biografi Ajoeba Wartabone Bahas Gagasan dan Kepemimpinan Sang Tokoh

Lini masa sejarah mencatat, pada 4 November 1947, Ajoeba Wartabone mendapat amanah sebagai Ketua Dewan Gorontalo. Momen historis dalam perjalanan hidupnya dan perjalanan bangs ini terjadi ketika ia menjadi bagian dari Goodwill Missie Parlemen NIT pada 16 Februari sampai 10 Maret 1948. Selama lawatan ke Yogyakarta, Jakarta, dan Jawa Timur itu, utusan parlemen NIT berjumpa dan menemui sejumlah tokoh nasional. Ajoeba Wartabone dkk bahkan bertemu dengan Presiden Ir Soekarno, dan Wapres Mohammad Hatta, serta pemuka-pemuka republik di Yogyakarta.

Berturu-turut kepemimpinan Ajoeba Wartabone teruji. Ia pernah menjadi Kepala Daerah Sulawesi Utara (1949-1950), Kepala Pemerintahan Umum Gubernur Militer di Manado (1950-1951), anggota Dewan Pemerintahan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia Raya (PIR) (1953-1956), dan calon Gubernur Sulawesi (1956).

Ajoeba Wartabone wafat pada hari Jumat, 26 April 1957, dalam bulan Ramadhan 1376 Hijriyah. Ia dimakamkan di Desa Bubeya, Bone Bolanga, Gorontalo, di belakang Masjid Besar Suwawa. Makamnya diapit oleh makam ayahnya, Zakaria Wartabone, dan makam kakeknya, Nuku Wartabone. Ajoeba Wartabone diberi gelar adat “Ta Loo Layi a Lipu”, atau Putra Terbaik yang menjadikan negeri Gorontalo lebih menonjol dan dikenal luas. (*)

BACA JUGA:  Suwardi Tahir Tandem dengan Tokoh Pers Dahlan Abubakar