NusantaraInsight, Makassar — Pengurus Asosiasi Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Bahasa Jepang se-Sulawesi Selatan resmi dikukuhkan, di Aula Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Selasa, (10/2/2026).
Sebanyak 18 LPK Bahasa Jepang yang ada di Sulawesi Selatan bergabung dalam asosiasi ini dikukuhkan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulsel yang diwakili oleh Kepala Bagian BBPVP Makassar Andi Mencen Asrar, ST.,MT.
Pada acara pengukuhan pengurus Asosiasi LPK ini juga digelar sosialisasi magang Jepang oleh International Manpower (IM) Development Organization Jepang serta penandatanganan MoU antara LPK Macca Nihongo dengan pihak BBPVP Bantaeng.
Pembentukan Asosiasi LPK Bahasa Jepang ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi LPK dengan pihak pemerintah daerah dan juga untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya keterampilan bahasa Jepang di Sulsel.
Dalam sambutannya, usai dikukuhkan, Ketua Asosiasi LPK Bahasa Jepang Amiruddin Saleh mengatakan bahwa sebagian besar siswa yang hadir telah meneken kontrak dengan perusahaan Jepang.
Ia juga menyampaikan bahwa asosiasi saat ini hanya menampung 1000 siswa yang bertebaran di beberapa LPK di Indonesia.
“Ini masih sangat kurang dengan perbandingan saat ini jumlah pengangguran berjumlah 60 ribu. Jika kita rata-ratakan, nanti 60 tahun baru dapat kita selesaikan pengangguran ini,” ungkapnya.
Amiruddin Saleh juga mengeluhkan persoalan pengurusan paspor di Imigrasi.
“Persoalan paspor ini menjadi keluhan teman-teman di LPK. Jika bisa dimudahkan kenapa mesti dipersulit, selama tidak melanggar peraturan yang ada,” singgungnya.
Ia juga bertanya tentang belum ada sertifikasi keterampilan atau Specified Skilled Worker (SSW) di kota Makassar.
“Padahal di tahun 2027 sudah tidak ada magang diganti Ikusei Shuro (Pembinaan Tenaga Kerja), di Sulawesi Utara sudah ada SSW kenapa kota Makassar sebagai gerbang Indonesia Timur tidak ada,” tanyanya.
Ia berharap dengan kehadiran Asosiasi LPK ini dapat membantu pemerintah daerah untuk mengurangi pengangguran di Indonesia.
Sementara itu, Kabag Umum Andi Mencen Asrar, ST.,MT dalam sambutannya menyinggung permasalahan tenaga kerja Indonesia yaitu lemahnya daya saing dan disiplin.
Apalagi menurutnya, Kota Makassar pernah terkena moratorium akibat kesalahan satu orang. Untuk itu dia menghimbau agar dapat meningkatkan disiplin serta memperkuat SDM sebelum berangkat ke Jepang.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada Bulan Mei 2026 akan dibuka sebanyak 5000 peserta magang ke Jepang.












