Salah satu gagasan Lambang Basri adalah penerapan rekayasa konstruksi simpang melingkar pada kawasan simpang tujuh Bukit Baruga untuk memperlancar arus lalu lintas.
Aslam Katutu menegaskan, solusi persoalan transportasi di Kota Makassar tidak harus selalu lahir dari pemerintah semata. Inisiatif warga maupun organisasi nonpemerintah, seperti HPJI, juga bisa menjadi pemicu lahirnya terobosan.
Ia mencontohkan, pada masa kepemimpinan Lambang Basri di HPJI Sulsel tahun 2023 lalu, organisasi ini pernah menginisiasi usulan pembangunan simpang susun (fly over) yang menghubungkan jalan tol dengan ruas arteri menuju simpang BTP di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Tujuannya jelas: mengurai kemacetan di salah satu koridor tersibuk di kota ini. Usulan tersebut mendapat tanggapan positif dari Kementerian PUPR, bahkan ditargetkan fly over tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir tahun depan.
Harapan besar kini bertumpu pada kelanjutan Forum Lalu Lintas ini. Banyak pihak menilai, forum semacam ini harus terus dilaksanakan, tidak hanya membahas kemacetan di Jalan Leimena, tetapi juga di titik-titik rawan macet lainnya di Makassar.
Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, forum ini diharapkan menjadi wadah lahirnya solusi konkret bagi persoalan lalu lintas perkotaan yang kian kompleks.












