Ajak HIPMI Kolaborasi Bangun Kota, Appi : Jangan Malu Ketok Pintu

“Kalau diatas juta orang butuh makan, artinya kita butuh 1,4 juta telur setiap hari. Siapa yang akan sediakan ini? HIPMI harus ambil bagian,” ucapnya dengan semangat.

Ka menyampaikan harapan besar agar HIPMI Makassar bisa melahirkan pengusaha-pengusaha besar dari Indonesia bagian timur. Ia ingin melihat HIPMI bukan sekadar organisasi, tapi sebagai inkubator konglomerat masa depan.

“Saya ingin anak-anak HIPMI jadi pengusaha tangguh, yang mampu menjaga keberlanjutan usaha, menjadi pionir perubahan, dan ikut mendorong kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Acara pelantikan HIPMI Kota Makassar ini diharapkan menjadi tonggak awal kebangkitan sinergi antara pengusaha muda dan pemerintah daerah dalam membangun Makassar yang lebih inklusif, kuat, dan mandiri secara ekonomi.

Appi mendorong para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Kota Makassar untuk mengambil peran strategis dalam menumbuhkan kewirausahaan lokal.

“Kenapa ini penting? Karena kita belajar menumbuhkan entrepreneurship. Kalau jumlah wirausahawan kita sangat sedikit, ekonomi pasti berputar lambat,” tegas Munafri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Makassar telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa Makassar Creative Hub. Fasilitas ini dirancang menjadi pusat peningkatan kapasitas pengusaha muda, mulai dari pelatihan keterampilan (upscaling), penguatan kompetensi (upgrading), hingga akses permodalan.

BACA JUGA:  Melinda Aksa Tinjau TPS3R Kelurahan Untia

“Makassar Creative Hub ini tempat kita membekali anak-anak muda. Bagaimana memanage keuangan, bagaimana menjadi pengusaha, dan bagaimana mengakses pembiayaan dengan mudah,” jelasnya.

Munafri mengungkapkan, banyak keluhan muncul bahwa peluang kerja di Makassar terbatas. Namun faktanya, banyak pekerja dari luar daerah yang justru datang dan sukses di Makassar.

Hal ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa peningkatan skill dan kompetensi adalah kunci untuk mampu bersaing.

“Banyak bilang di Makassar susah cari kerja. Tapi orang Jakarta datang kerja di sini. Artinya kemampuan kita belum komplit dengan kebutuhan pemberi kerja. Makassar Creative Hub hadir untuk menjembatani itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Munafri mengajak HIPMI agar tidak hanya berhenti di sektor usaha lokal, tetapi juga menyiapkan diri menuju level ekspor.

Ia menekankan bahwa pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkualitas akan membuka peluang pengakuan internasional.

“UMKM kita punya inkubator di dinas koperasi. Kalau sudah bisa ekspor, artinya tata kelolanya sudah maksimal. Ini yang harus kita kejar sama-sama,” sebutnya.

BACA JUGA:  IGTKI PGRI Sulsel Bangun Guru TK Bermartabat, Dukung Wajib Belajar 13 Tahun

Munafri optimistis, pengurus HIPMI yang baru dilantik hari ini akan menjadi embrio pengusaha besar dalam satu dekade ke depan.