News  

285 Bibit Pohon Ditanam, Pemkot Makassar Siapkan Transformasi TPA Antang Menjadi Hutan Kota

Menurutnya, pengurangan sampah dari sumber menjadi penting agar daya tampung TPA dapat lebih panjang sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Pemkot lewat DLH juga melakukan berbagai upaya untuk mengurangi bau dari kawasan TPA, salah satunya dengan menutup timbunan menggunakan lapisan tanah atau cover soil pada area yang telah selesai digunakan.

“Dulu orang bilang, baunya TPA Antang sudah sampai ke mana-mana. Alhamdulillah, bau sudah bisa kita reduce dengan menghadirkan cover soil,” beber mantan CEO PSM itu.

Selain mengurangi bau, penataan kawasan juga diarahkan agar TPA memiliki fungsi lingkungan yang lebih baik.

Di sisi lain, Pemkot Makassar juga mulai mengembangkan pemanfaatan sampah organik dari sejumlah pasar sebagai pakan ternak yang dikelola masyarakat di sekitar kawasan TPA.

Ketua IKA FH Unhas itu menilai, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah yang masuk ke TPA sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kalau sampah organik dari pasar-pasar yang ada di Kota Makassar dibawa ke sini untuk menjadi pakan ternak, maka masyarakat, para peternak ini akan mendapatkan nilai tambah dari berkurangnya biaya pakan yang mereka keluarkan,” katanya.

BACA JUGA:  Misi Dagang Jatim-Kaltara 2026: Sinergi Dua Provinsi Hasilkan Rp2,01 Triliun

Ia menyebut, sampah organik yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tersebut mencapai sekitar 30 hingga 40 ton per hari.

Pemanfaatan itu, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi bagian dari konsep ekonomi sirkular, di mana sampah tidak semata-mata dipandang sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

“Jadi, masyarakat yang ada di sini tidak hanya memanfaatkan sampah, tetapi juga bisa memanfaatkan lingkungan sekitarnya untuk memberikan pendapatan tambahan,” saran Appi.

Dianmenegaskan, transformasi TPA Antang akan dilakukan secara bertahap dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, dunia usaha, komunitas, hingga lembaga terkait.

Selaku Wali Kota, ia berharap kawasan TPA Antang ke depan tidak hanya dikenal sebagai tempat pemrosesan akhir sampah, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi lingkungan dan kawasan hijau yang dapat dilihat serta dimanfaatkan masyarakat.

“Harapannya, orang bisa datang melihat bukan cuma kondisi bagaimana proses operasional yang terjadi di TPA, tetapi juga melihat kondisi bahwa TPA ini akan menjadi hutan konservasi kota yang baik,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kepala Bapenda Toraja Utara Apresiasi Pembayar Pajak Tercepat

Kegiatan penanaman pohon tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Melinda Aksa, Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. (*)