Dia mengungkapkan adanya praktik parkir kendaraan ekspedisi di badan jalan yang meresahkan warga dan memicu kemacetan.
“Sering kali sopir membawa pulang mobil dan diparkir di lorong atau pinggir jalan. Ini menimbulkan kemacetan dan keresahan masyarakat. Tidak boleh ada lagi aktivitas seperti ini tanpa izin,” pesan tegas Munafri.
Sejak ini, persoalan menjadi keluhan masyarakat soal gudang logistik di utara kota. Oleh sebab itu, Appi meminta agar setiap laporan dari masyarakat segera ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama dinas terkait.
“Termasuk melakukan penertiban secara tegas terhadap aktivitas yang melanggar aturan,” tegasnya.
Selain penegakan aturan, politisi Golkar itu juga mendorong camat dan lurah untuk terus berkoordinasi dengan Dinas terkait agar menghadirkan inovasi dalam meningkatkan pelayanan publik.
Ia menilai tantangan pelayanan masyarakat semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kemampuan manajerial yang baik di tingkat wilayah.
“Waktu 24 jam pun tidak cukup kalau tidak dikelola dengan baik. Maka dibutuhkan sistem kerja yang terstruktur dan kolaboratif,” jelasnya.
Munafri juga mengingatkan agar para camat dan lurah tidak bekerja sendiri atau bersifat “One man show” atau situasi di mana seseorang mengerjakan hampir seluruh tugas, tanggung jawab, atau pengambilan keputusan sendirian tanpa melibatkan tim.
Appi menekankan pentingnya pendelegasian tugas dalam struktur pemerintahan agar pelayanan tetap berjalan meski ada pejabat yang berhalangan.
“Jangan semua pekerjaan ditumpuk pada satu orang. Ini kerja tim. Harus ada distribusi tugas yang jelas agar pelayanan tetap berjalan,” terangnya.
Ia bahkan mengingatkan bahwa kepemimpinan di wilayah harus menjadi ruang pembelajaran bagi aparatur, khususnya generasi muda, untuk membangun kemampuan leadership dan kerja tim.
Di sisi lain, Munafri turut menyoroti penataan taman di wilayah kota yang dinilai masih belum optimal. Ia meminta camat dan lurah untuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup guna memperjelas pembagian tanggung jawab dalam pengelolaannya.
“Jangan ada yang ambigu, harus jelas siapa yang bertanggung jawab agar taman-taman kita terawat dengan baik,” katanya.
Ia juga menegaskan agar program “Jumat Bersih” tetap dijalankan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa kebersihan harus dimulai dari kesadaran individu dan diperkuat melalui peran aktif RT/RW sebagai ujung tombak di masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi, Munafri mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar, untuk memberikan penghargaan kepada kelurahan terbaik dan terbersih pada peringatan hari jadi Kota Makassar mendatang.













