Wali Kota Makassar Paparkan Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi ke Bupati Sigi

“Kalau mereka mau jual, silakan. Itu rezeki mereka,” katanya.

Munafri mengungkapkan, pemahamannya tentang potensi besar sampah organik semakin terbuka. Ia menyebutkan bahwa limbah pertanian dan dedaunan ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Dalam konteks kerja sama lintas daerah, Munafri membuka peluang konektivitas antara Kota Makassar dengan wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan bagian utara, termasuk Luwu Utara dan dataran Seko, yang dinilai memiliki potensi besar di sektor peternakan.

“Peternakan ini sangat menjanjikan karena kebutuhan pangan tidak pernah berhenti. Yang harus dibangun adalah sistem pengolahan terintegrasi. Dari tanduk sampai kotorannya tidak ada yang terbuang,” jelasnya.

Appi mengatakan, pandangannya terkait pengembangan industri pengolahan plastik di Sulawesi Tengah. Menurutnya, membangun industri pengolahan plastik di wilayah yang lebih dekat dengan sumber sampah akan jauh lebih efisien dibandingkan pengiriman antarprovinsi yang terkendala biaya logistik.

Ia menilai lokasi Sulawesi Tengah sangat strategis, apalagi didukung potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang ramah lingkungan dan berbiaya operasional rendah. PLTA dinilai menjadi kunci pengembangan industri hijau karena memungkinkan efisiensi biaya melalui skema carbon trading.

BACA JUGA:  Fatmawati Rusdi Pantau Kesiapan Lomba

“PLTA itu green, murah operasionalnya, dan karbonnya bisa diperhitungkan. Tapi hulunya harus dijaga,” tukas Munafri.