Wali Kota Makassar Paparkan Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi ke Bupati Sigi

Lebih lanjut, Rizal menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi energi atau produk bernilai ekonomi, baik melalui skema pembangunan fasilitas pengolahan di TPA maupun kerja sama dengan investor.

Ia mengungkapkan bahwa Wali Kota Makassar, telah menyatakan kesiapan untuk mempertemukannya dengan investor yang selama ini terlibat dalam pengelolaan sampah plastik di Kota Makassar.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja baru di Kabupaten Sigi.

Dia juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sigi telah memiliki sistem dasar pengelolaan sampah yang berjalan.

“Pengelolaan sampah di Sigi sebenarnya sudah berjalan, kami sudah punya TPA. Tinggal bagaimana sampah plastik ini diolah lebih lanjut agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar,” katanya.

Menjawab pertanyaan mengapa memilih Kota Makassar, sebagai mitra kerja sama, Rizal menyebut bahwa Makassar dinilai telah memiliki ekosistem industri pengolahan sampah plastik yang matang dibandingkan daerah lain.

“Kalau di Palu kami juga sudah punya. Tapi saya memilih Makassar karena saya melihat langsung perkembangannya, bahkan dari media sosial Pak Wali. Di Makassar ini industrinya sudah jadi, sudah matang. Kalau di kami masih mentah, belum menjadi bahan yang bernilai ekonomi besar,” tuturnya.

BACA JUGA:  Munafri: Doa Ulama Penopang Pembangunan Makassar

Rencana kerja sama ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui kunjungan balasan Wali Kota Makassar ke Kabupaten Sigi serta pembahasan teknis bersama investor dan perangkat daerah terkait, guna mewujudkan pengelolaan sampah plastik yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Ia menambahkan, meski volume sampah plastik di Kabupaten Sigi relatif kecil, sekitar satu hingga dua ton, namun tetap memiliki arti penting bagi daerah jika dikelola secara optimal.

“Walaupun sampah plastik kami hanya satu sampai dua ton, paling tidak itu tetap punya nilai dan arti bagi kami di kabupaten. Itu yang mendorong saya datang ke Makassar,” pungkas Rizal.

Kota Makassar pun kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah rujukan nasional dalam inovasi pengelolaan sampah berbasis kemandirian dan keberlanjutan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan secara komprehensif konsep pengelolaan sampah terintegrasi yang tengah dan akan terus dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.

Sistem ini tidak hanya menyasar pengurangan sampah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi, mendukung ketahanan pangan, serta terhubung dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.