Wali Kota Makassar Cek Langsung Pengungsi Banjir

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk aktif melayani kebutuhan masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

“Kita berharap, mudah-mudahan musibah banjir yang menggenangi rumah warga ini bisa cepat surut, sehingga mereka dapat segera kembali ke rumah masing-masing,” harap Munafri di sela-sela kunjungannya.

Munafri juga menegaskan bahwa, ia bersama SKPD akan terus melakukan pemantauan secara berkala di seluruh lokasi pengungsian semua Kecamatan.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kebutuhan pengungsi yang terabaikan selama berada di tempat penampungan sementara.

“Kami akan terus memantau dan memastikan suplai terhadap kebutuhan warga di lokasi pengungsian ini benar-benar terpenuhi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Munafri turut memberikan arahan khusus kepada petugas kesehatan yang bertugas di lapangan.

Ia meminta agar ketersediaan obat-obatan selalu terjaga dan penanganan medis dilakukan secara cepat apabila ditemukan pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan atau menunjukkan gejala penyakit.

“Saya juga sudah sampaikan kepada petugas kesehatan untuk memastikan suplai obat-obatan tersedia,” tuturnya.

BACA JUGA:  Festival Daur Bumi 2025, Langkah Nyata Makassar Menuju Kota Bebas Sampah 2029

“Jika ada warga yang terdampak dan mengalami gejala penyakit, harus segera dilakukan intervensi cepat. Bila diperlukan, langsung dirujuk ke Puskesmas terdekat,” sambung Appi.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari BPBD Kota Makassar, sejumlah lokasi pengungsian banjir di wilayah Kecamatan Biringkanaya, tercatat ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Para pengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian utama, yakni Kantor Lurah Katimbang, UPT SPF SD Negeri Paccerakkang, Masjid Nurul Ikhlas Kompleks Kodam III, serta Masjid Lailatul Qadar Blok AF.

Di Kantor Lurah Katimbang, tercatat sebanyak 17 kepala keluarga (KK) dengan total 61 jiwa yang mengungsi. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 22 jiwa laki-laki dewasa dan 20 jiwa perempuan dewasa, 10 anak-anak yang terbagi atas 5 anak laki-laki dan 5 anak perempuan.

Serta 7 balita yang terdiri dari 4 balita laki-laki dan 3 balita perempuan. Selain itu, terdapat pula 2 orang ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus dari petugas kesehatan.

Sementara itu, pengungsian dengan jumlah warga terbanyak berada di UPT SPF SD Negeri Paccerakkang, yang menampung 55 kepala keluarga dengan total 201 jiwa.

BACA JUGA:  Wali Kota–Wawali Makassar Ikut Upacara HUT ke-80 RI di Rujab Gubernur

Komposisi pengungsi di lokasi ini meliputi 53 jiwa laki-laki dewasa dan 68 jiwa perempuan dewasa, 54 anak-anak yang terdiri dari 36 anak laki-laki dan 18 anak perempuan, serta 18 balita dengan rincian 15 balita laki-laki dan 3 balita perempuan.