Wali Kota Makassar Beri Ruang Aman untuk Pedagang Losari

“Saya harap lapak-lapak di sana bisa dipakai setiap minggu, sehingga Anjungan Losari bisa benar-benar difungsikan sebagai ruang interaksi, bukan tempat berdagang. Sehingga kami siapakan lokasi dipindahkan ke CFD Boulevard,” ungkap Appi.

Munafri juga menyampaikan, Pemkot sedang mengajukan izin penggunaan kawasan Laemena, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Antang. Jika disetujui, area ini akan dibuka sampai pukul 10.00 pagi.

“Dengan titik-titik ini, kita bisa distribusikan aktivitas warga berjualan, baik yang ingin berolahraga, berinteraksi, maupun berjualan, sesuai dengan tempat yang telah ditata,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Munafri menekankan pentingnya kebersamaan dalam proses ini. Pihak Pemkot, berdiskusi dengan pihak lain, untuk mencari jalan keluar.

“Proses penataan ini untuk kebaikan bersama, agar ruang interaksi warga dan aktivitas ekonomi UMKM tetap berjalan dengan tertib dan aman,” tuturnya.

Menurut Munafri, waktu menjadi kunci dalam penataan tersebut. Ia menekankan, setelah seluruh proses berjalan lebih longgar, para pedagang akan mendapatkan lokasi usaha yang lebih baik dan representatif.

Ia menegaskan, kawasan Anjungan Losari saat ini sudah tidak bisa lagi dipakai secara permanen untuk dagangan. Nantinya, setelah penataan Karebosi rampung, pusat interaksi masyarakat akan kembali pindah ke sana.

BACA JUGA:  Gerakan Pangan Murah Warnai HUT ke-418 Kota Makassar

“Lokasi lain nanti, semua orang akan beraktivitas di Karebosi, karena di situ ruang untuk berjalan kaki dan berinteraksi akan lebih terbuka,” jelas Munafri.

Ia menambahkan, penataan dilakukan bukan untuk membatasi, tetapi justru memberi rasa aman dan kenyamanan. Kalau ditata, pedagang bisa berjualan di tempat yang aman.

“Karena itu, biarkan kita menata sambil membersihkan kawasan Anjungan losari, lalu pedagang kita carikan tempat yang lebih baik, sama seperti pedagang lainnya,” ujarnya.

Munafri juga menggarisbawahi bahwa Pemkot Makassar tidak tinggal diam dalam mencarikan solusi. Ia membantu komunikasi dengan beberapa lokasi alternatif.

“Bukan berarti pemerintah tidak berusaha, justru kami ingin mencari tempat yang benar-benar representatif. Proses ini harus dijalankan secara baik, tanpa pemaksaan, melainkan penataan,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Munafri telah berkoordinasi dengan Camat Mariso dan Camat Panakkukang untuk menyiapkan langkah-langkah penataan. Ia menyebut, ke depan, aktivitas perdagangan akan ke lokasi yang sudah ditentukan.