Ia menjelaskan, pemilihan lokasi pembangunan yang berada di kawasan permukiman justru memiliki makna strategis karena masyarakat akan berinteraksi langsung dengan simbol moderasi tersebut setiap hari.
“Kehadiran monumen kebersamaan seperti ini jangan dilihat dari besar kecil tempatnya, tetapi dari dampaknya. Ketika dibangun di tengah permukiman, setiap orang yang melihatnya akan selalu diingatkan bahwa kita semua adalah satu, tidak ada perbedaan di antara kita,” ujarnya.
Ia berharap Gerbang Moderasi Indonesia di Makassar menjadi ikon persatuan yang menginspirasi daerah lain sehingga monumen serupa dapat dibangun di berbagai kabupaten dan kota sebagai simbol pemersatu bangsa.
“Dan saya berharap monumen ini nanti menjadi kekuatan simbolik, ikonik di Kota Makassar, apalagi ini yang pertama. Kita akan saksikan disetiap kabupaten kabupaten ada monumen-monumen seperti ini sebagai simbol pemersatu,” harapnya.(*)












