“Lihat bagaimana muara sungai berbaur dengan muara pantai, orang-orang pulau yang menghadirkan seluruh elemen yang ada di dalamnya. Ini yang kita harapkan bisa menjadi daya tarik dan dikemas dalam bentuk yang berbeda,” katanya.
Ia menyebutkan, Festival Muara akan memadukan unsur tradisional, modern, dan kontemporer dalam satu ruang perayaan. Perpaduan tersebut diharapkan mampu memberikan kesan yang kuat dan berbeda bagi para pengunjung.
“Tradisional, modern, dan kontemporer akan menjadi satu di dalam event ini, sehingga memberikan kesan yang berbeda bagi orang-orang yang datang,” lanjut Munafri.
Festival ini, kata dia, tidak hanya ditujukan bagi warga Kota Makassar, tetapi juga menyasar wisatawan dan pelancong dari berbagai daerah.
Pemkot Makassar ingin menghadirkan pengalaman visual dan budaya yang khas, termasuk keindahan panorama matahari terbenam di kawasan pesisir kota.
“Ini tidak hanya untuk warga Makassar, tetapi juga untuk para pelancong. Kita berharap mereka benar-benar bisa menyaksikan bagaimana deskripsi keindahan cantiknya sunset yang ada di Kota Makassar. Itu yang akan kita eksplorasi ke depan,” ungkapnya.
Munafri menambahkan, konsep muara sebagai titik pertemuan antara sungai dan laut akan menjadi ruh utama festival, sehingga seluruh sisi kehidupan pesisir dapat tergabung dalam satu event yang utuh dan inklusif.
Ia menegaskan, Festival Muara, panggung-panggung terbuka akan dihadirkan untuk menampilkan tari dan pertunjukan adat, musik tradisi, serta ragam kuliner khas yang merepresentasikan jejak rasa dan identitas Makassar.
“Makassar memandang budaya sebagai sumber kekuatannya. Kekuatan itu hidup dari para seniman, komunitas, dan masyarakat yang memberi warna pada kota ini,” tutup Munafri.












