Box culvert adalah beton bertulang pracetak (precast) berbentuk kotak/persegi dengan sambungan spigot dan socket yang digunakan sebagai gorong-gorong untuk saluran air di bawah tanah, jalan raya, atau rel kereta
Lanjut dia, box culvert lama berukuran 50 sentimeter kini diganti dengan dimensi yang lebih besar, yakni 80 sentimeter, guna memperbesar kapasitas aliran air.
“Perubahan dimensi tersebut, kami lakukan karena lokasi saluran berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang langsung terhubung ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa, kawasan Antang,” terangnya.
Ia mengungkapkan, saat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, aliran air yang keluar dari saluran tersebut sangat kecil sehingga proses pembuangan air menuju saluran utama menjadi lambat.
Kondisi inilah yang menyebabkan genangan air bertahan lebih lama di kawasan permukiman.
“Karena sebelumnya ukuran box culvert kecil, aliran air yang keluar dari saluran ini sangat terbatas, sehingga lambat membuang air ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa Antang,” jelasnya.
Selain penggantian box culvert, Dinas PU Kota Makassar, juga melakukan normalisasi saluran di beberapa titik lain di kawasan Blok 10 Perumnas Antang.
Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa excavator PC berkapasitas 4,5 ton untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap di dasar saluran.
Normalisasi tersebut dilakukan sepanjang jalur drainase mulai dari Jalan Kecaping hingga Jalan Suling di wilayah Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala.
Sedimen yang selama ini menumpuk dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas tampung saluran air di kawasan tersebut.
“Untuk lokasi blok lainnya, kami sudah melakukan normalisasi saluran menggunakan alat berat excavator PC 4,5 ton sepanjang Jalan Kecaping sampai Jalan Suling di Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala,” tuturnya.
Dia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas PU berkomitmennya untuk terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur drainase sebagai bagian dari langkah berkelanjutan dalam menangani persoalan genangan dan banjir di berbagai wilayah kota.
“Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi penataan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi di kawasan timur Makassar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat musim hujan tiba,” tukasnya.
Diketahui, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin sebelumnya, meninjau langsung kawasan Blok 10, Kecamatan Manggala, untuk memastikan langkah penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan bagi warga setempat.












