Munafri menargetkan pembangunan dua koridor bus kota yang menghubungkan Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri, melintasi sejumlah kampus dan pusat aktivitas masyarakat.
Munafri menegaskan, Makassar sebagai kota dagang dan jasa membutuhkan pelayanan mobilisasi lalu lintas yang signifikan.
Untuk itu Ia berharap revitalisasi terminal yang terintegrasi dapat mendukung kebutuhan masyarakat disektor logistik dan komersial.
“Kita ingin tempat ini menjadi ruang aktivitas bersama, dengan batasan fungsi yang jelas, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.
Munafri berharap, kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci agar Terminal Daya dapat segera berfungsi optimal sebagai simpul transportasi modern dan terintegrasi di Kota Makassar.
“Kalau semua tugas masing-masing kita selesaikan bersama, saya yakin bisa memaksimalkan aset ini untuk kepentingan masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Toni Tauladan menyampaikan bahwa berdasarkan data Ditjen Perhubungan Darat, saat ini masih terdapat 35 perusahaan otobus dengan 236 armada AKAP yang berizin resmi dan beroperasi di Terminal Daya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih memiliki bangkitan permintaan angkutan antarprovinsi yang cukup besar. Sehingga, melalui dukungan APBN, pemerintah pusat dapat mengoptimalkan rehabilitasi dan revitalisasi terminal Daya Tipe A.
Dalam proses revitalisasi, Toni Tauladan menjelaskan Kemenhub akan melakukan identifikasi kebutuhan terminal hingga perancangan timeline pelaksanaan revitalisasi, sembari menunggu Penyerahan P3D (Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana, serta Dokumen) dari Pemkot Makassar.
Ia mendeskripsikan rencana revitalisasi terminal Tipe A akan membutuhkan sekitar 12 hektar dari total hampir 14 hektar kawasan terminal Daya saat ini.
Terminal Daya Tipe A berdasarkan identifikasi kebutuhan akan menghadirkan area kedatangan, area ramp check, ruang tunggu, hingga area pengendapan bus-bus apabila terdapat jam timetable yang agak lama.
“Kita akan menggunakan identifikasi kebutuhan minimal seperti gate kedatangan, area ramp check, ruang tunggu, dan area pengendapan bus,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Kota Makassar atas pertumbuhan ruang-ruang ekonomi masyarakat yang ada di kawasan terminal Daya. Ia menegaskan meski dilakukan revitalisasi, Perumda Terminal dapat melanjutkan kerjasama tersebut demi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.












