Pertama, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT– atas semua nikmat yang telah diberikan, memperoleh keberkahan harta, mempererat kepedulian antarsesama muslim, sekaligus mempererat silaturahmi.
Hikmah itulah, membuat personil di jajaran Polres Pelabuhan Makassar menyerahkan zakat fitrah tahun 1444 H, kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Zakat sebesar Rp21.650.000 tersebut diserahkan Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Yudi Frianto, Selasa, 11 April 2023.
Selain jajaran Mapolres Pelabuhan Makassar, BAZNAS Makassar juga mendapat ZIS dari jajaran ASN dan guru guru muslim se Kota Makassar.
Termasuk, jajaran Perusda, orang perorangan, lembaga lembaga terakit, termasuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid. Saat ini, BAZNAS Makassar juga menyasar RT/Rw se Kota Makassar sebagai Amil Perorangan. RT/RW ini pun lumayan besar. Sekitaran 6000 orang.
Malah, berbagai gagasan dari Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto turut membantu keberhasilan BAZNAS Makassar dalam mendulang zakat kaum muslim di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
“Bagi kami, peran Walikota Makassar sangatlah penting. Beliau banyak memberi ide dan gagasan gagasan besar membesarkan BAZNAS Makassar. Bukan hanya itu, BAZNAS Makassar juga mendapat anggaran dari Pemkot lumayan besar, Rp3 miliar tahun ini,” ujar Jurlan dan Waspada.
Salah satu perhatian walikota dua periode itu juga adalah menggagas infak uang panaik. Infak uang panaik itu sendiri pertama di dunia. Pria kelahiran 30 Januari 1964 itupun menyerahkan uang panaik pada 6 Mei 2023 itu di sela sela pernikahan putri sulungnya, Aura Aulia Imandara dengan dr.Udin Saputra Malik—kini anggota DPRD Kota Makassar.
Sekalipun tidak menyebut angka, namun Ketua BAZNAS Ashar Tamanggng yang menerima infak uang panaik dari Danny—sapaan akrab walikota penerima BAZNAS Award 2024 itu 10 persen dari keselurahan uang panik yang diserahkan suami Aura Aulia Imandara.
Waspada Santing menambakan, BAZNAS Makassar akan terus bekerja untuk merebut ponesi zakat di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini. “Potensi zakat di Makassar ini, Rp1,3 triliun. Sekalipun demikian, BAZNAS baru mendapatkan sebagian kecil,” tutup Waspada yang juga Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS-ANAR) Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan ini.
Mendengar penjelasan dari H.Jurlan dan H.Waspada, pimpinan rombongan BAZNAS Kota Kendari, Drs.Abd.Halim Asy’ary,M.Si mengemukakan, berbagai masukan dari BAZNAS Makassar akan dipadukan nantinya dengan keterangan dari BAZNAS Barru, kemudian pihaknya membahasnya dengan Ketua BAZNAS Kendari, Drs. H. Amri Natsir, M.Si.
Drs.Abd.Halim Asy’ary,M.Si yang juga mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat Ujung Pandang itu mengundang jajaran BAZNAS Kota Makassar berkunjung ke BAZNAS Kota Kendari. “Kami menunggu kehadiran BAZNAS Makassar ke Kendari,” harap pensiunan ASN ini. (din pattisahusiwa-tim media baznas kota makassar).












