Penilaian tersebut merupakan evaluasi komprehensif berbasis berbagai indikator, mulai dari capaian pembangunan daerah seperti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran serta pertumbuhan ekonomi.
Dan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan, tata kelola pemerintahan yang mencakup transparansi dan akuntabilitas, pengelolaan keuangan daerah, hingga inovasi program unggulan.
“Dari seluruh indikator tersebut, Makassar menunjukkan performa yang unggul, bahkan menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang meraih predikat kinerja tinggi,” ungkap Ras MD.
Dia menambahkan, capaian ini menegaskan bahwa pemerintahan MULIA tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga pada hasil dan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, juga tidak terlepas dari pendekatan kepemimpinan kolaboratif yang dijalankan Wali Kota Makassar dengan melibatkan unsur Forkopimda, perangkat daerah, stakeholder, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Dengan pendekatan ini, pembangunan tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama,” katanya.
Selaku pemerhati publik, dia menyebutkan. Dengan berbagai capaian tersebut turut memperkuat optimisme masyarakat terhadap masa depan Kota Makassar.
Dalam waktu singkat, fondasi kinerja pemerintahan dinilai telah terbangun kuat, baik dari sisi pelayanan publik, persepsi masyarakat, maupun pengakuan di tingkat nasional.
Lebih jauh, disebutkan kepemimpinan Munafri Arifuddin dinilai mampu membuktikan bahwa kepemimpinan bukan sekadar simbol, melainkan kerja nyata yang terukur, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Prestasi Makassar juga terlihat dalam aspek sosial, berdasarkan data SETARA Institute tahun 2026, Kota Makassar berhasil masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia dengan menempati peringkat ke-9.
Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam menjaga kerukunan sosial dan harmoni di tengah keberagaman, khususnya untuk kategori kota dengan jumlah penduduk di atas satu juta jiwa.
Jika dibandingkan dengan Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2024, Makassar sebelumnya berada di posisi ke-52. Pada IKT 2025 yang diumumkan tahun 2026, posisi tersebut melonjak drastis hingga naik 43 peringkat ke posisi ke-9 nasional.
Di level internasional, Kota Makassar juga menorehkan prestasi membanggakan. Program Revitalizing Informal Settlements and Their Environment (RISE) yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar berhasil masuk dalam lima besar proyek terbaik dunia pada ajang WRI Ross Center Prize for Cities.













