Selanjutnya, iuran sampah gratis diberlakukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta diterapkan secara bertahap bagi masyarakat umum dengan cakupan yang terus diperluas.
Di sektor infrastruktur, proses pembangunan stadion telah dianggarkan melalui APBD dan disepakati untuk direalisasikan. Sementara itu, pemilihan RT dan RW secara langsung dilaksanakan sebagai bentuk penguatan demokrasi akar rumput, agar program pemerintah benar-benar sampai hingga ke depan pintu rumah warga.
Seluruh ikhtiar ini patut disyukuri, karena telah membuahkan hasil berupa apresiasi masyarakat dan berbagai penghargaan dari lembaga eksternal atas kinerja Pemerintah Kota Makassar.
Namun demikian, pembangunan tidak berhenti pada capaian hari ini. Keyakinan untuk terus bergerak maju menjadi energi utama dalam membangun kota ini.
Pemerintahan MULIA berkomitmen bahwa seluruh janji dan program yang telah disampaikan kepada masyarakat akan diwujudkan dalam lima tahun kepemimpinan.
Dengan doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Makassar akan terus melangkah memimpin kota yang kita cintai menuju Makassar yang lebih unggul, inklusif, dan berkelanjutan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa hasil survei kepuasan masyarakat yang dipaparkan dalam Refleksi Akhir Tahun Pemerintah Kota Makassar 2025 bukan untuk mencari siapa yang benar maupun siapa yang salah, melainkan sebagai alat ukur atas kinerja pemerintahan selama ini.
“Ukuran ini akan memberikan kita gambaran seperti apa model dan business model yang akan kita lakukan ke depan,” jelasnya.
“Mungkin nanti akan ada yang protes, kenapa begini, kenapa begitu. Tapi saya ingin sampaikan, ini bukan final, ini adalah landasan untuk kita berpikir dan bekerja lebih baik lagi,” lanjut Appi.
Ia menekankan bahwa refleksi dan hasil survei tersebut menjadi pijakan penting untuk memperbaiki seluruh tatanan pemerintahan, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, banyak hal penting yang perlu dicermati dan ditelaah secara bersama-sama oleh seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar. Karena itu, Munafri meminta seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
“Saya harap pagi hari ini Bapak Ibu sekalian tidak meninggalkan tempat sampai acara selesai, karena banyak sekali hal penting yang harus kita perhatikan bersama. Acara ini benar-benar penting,” tegasnya.
Munafri menambahkan, refleksi akhir tahun bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga ruang pembelajaran agar seluruh perangkat daerah mampu beradaptasi dan berinovasi menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menilai, masih minimnya inovasi yang lahir dari sejumlah SKPD di lingkup Pemerintah Kota Makassar. Ia menyebut refleksi akhir tahun menjadi momentum untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus menentukan langkah lanjutan ke depan.
“Ini kesempatan kita untuk melihat apa yang kurang. Ini proses yang harus kita laksanakan secara bersama-sama,” tutupnya.
Dalam momentum Refleksi Akhir Tahun 2025, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan pentingnya evaluasi kolektif sebagai fondasi perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola pemerintahan Kota Makassar.
Lanjut dia, refleksi akhir tahun bukan sekadar melihat capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi ruang untuk menakar apa yang masih perlu diperbaiki.
“Dengan kerja kolektif, data yang akurat, dan komitmen yang kuat, Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menghadirkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” Aliyah Mustika Ilham.












