Layanan pengaduan publik melalui Longgar Plus Super Apps (LONTAR+), yang kini menjadi aplikasi kesayangan warga Makassar, telah menyelesaikan lebih dari 2.500 laporan masyarakat. Makassar Creative Hub (MCH), hadir sebagai ruang kolaborasi dan inkubasi kreativitas anak muda, sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu terserap di dunia kerja.
Pembangunan wilayah kepulauan terus menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menghadirkan pemerataan pembangunan, karena masyarakat pulau tidak boleh terus menanggung keterbatasan akibat minimnya akses dan perhatian.
Kemandirian pangan kota juga terus digaungkan melalui program Urban Farming. Rasa aman bagi pekerja rentan diwujudkan melalui program Makassar Berjaga yang telah menjangkau lebih dari 81.000 penerima manfaat.
Selanjutnya, iuran sampah gratis diberlakukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta diterapkan secara bertahap bagi masyarakat umum dengan cakupan yang terus diperluas.
Di sektor infrastruktur, proses pembangunan stadion telah dianggarkan melalui APBD dan disepakati untuk direalisasikan. Sementara itu, pemilihan RT dan RW secara langsung dilaksanakan sebagai bentuk penguatan demokrasi akar rumput, agar program pemerintah benar-benar sampai hingga ke depan pintu rumah warga.
Seluruh ikhtiar ini patut disyukuri, karena telah membuahkan hasil berupa apresiasi masyarakat dan berbagai penghargaan dari lembaga eksternal atas kinerja Pemerintah Kota Makassar.
Namun demikian, pembangunan tidak berhenti pada capaian hari ini. Keyakinan untuk terus bergerak maju menjadi energi utama dalam membangun kota ini.
Pemerintahan MULIA berkomitmen bahwa seluruh janji dan program yang telah disampaikan kepada masyarakat akan diwujudkan dalam lima tahun kepemimpinan.
Dengan doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Makassar akan terus melangkah memimpin kota yang kita cintai menuju Makassar yang lebih unggul, inklusif, dan berkelanjutan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa hasil survei kepuasan masyarakat yang dipaparkan dalam Refleksi Akhir Tahun Pemerintah Kota Makassar 2025 bukan untuk mencari siapa yang benar maupun siapa yang salah, melainkan sebagai alat ukur atas kinerja pemerintahan selama ini.
“Ukuran ini akan memberikan kita gambaran seperti apa model dan business model yang akan kita lakukan ke depan,” jelasnya.
“Mungkin nanti akan ada yang protes, kenapa begini, kenapa begitu. Tapi saya ingin sampaikan, ini bukan final, ini adalah landasan untuk kita berpikir dan bekerja lebih baik lagi,” lanjut Appi.












