Pemkot Makassar Lantik 47 Kepala Puskesmas Definitif

Selain itu, puskesmas juga harus membantu menyukseskan berbagai program pemerintah seperti percepatan penurunan stunting.

Juga, pengendalian penyakit menular maupun tidak menular, menjaga kesehatan lingkungan, termasuk persoalan sanitasi.

Munafri juga meminta para kepala puskesmas yang baru dikukuhkan untuk aktif mengenali berbagai persoalan kesehatan yang terjadi di lingkungan masyarakat serta mampu menghadirkan solusi yang tepat dan cepat.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang responsif, mudah diakses, berkualitas, dan berkeadilan.

Dikatakan, masyarakat membutuhkan kehadiran puskesmas sebagai jawaban atas persoalan kesehatan mereka.

“Karena itu dibutuhkan respons yang cepat dan pelayanan yang baik mulai dari kepala puskesmas hingga seluruh perangkatnya,” jelasnya.

“Ini bukan tugas biasa karena menyangkut kesehatan dan nyawa masyarakat,” sambung Appi.

Ia mengingatkan bahwa puskesmas bukan sekadar kantor pelayanan yang dapat ditinggalkan kapan saja, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan manusia dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Karena Puskesmas adalah bagian penting dari pembangunan kesehatan masyarakat. Ini bukan pekerjaan sampingan dan tidak bisa didelegasikan begitu saja.

BACA JUGA:  IAP Sulsel Dukung Penataan PKL, Harap Makassar Jadi Percontohan Indonesia Timur

“Dibutuhkan komitmen, integritas, dan kepedulian yang tinggi dari seluruh jajaran puskesmas,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut menghadirkan seluruh camat se-Kota Makassar. Ia menilai kolaborasi antara kepala puskesmas dan pemerintah kecamatan sangat penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan yang terjadi di wilayah.

Menurutnya, camat merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan masyarakat.

“Saya sengaja menghadirkan para camat karena mereka adalah mitra di wilayah. Kepala puskesmas dan camat harus menjadi tandem yang kuat dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” katanya.

“Saya berharap para camat terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pelayanan puskesmas agar masyarakat bisa terlayani dengan baik dan pembangunan kesehatan berjalan maksimal,” tambah Appi.

Selain memperkuat pelayanan kesehatan, Munafri juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya manusia kesehatan secara baik dan terukur.

Ia meminta seluruh kepala puskesmas memastikan pemutakhiran data tenaga kesehatan pada Sistem Informasi SDM Kesehatan (SDMK) dilakukan secara berkelanjutan.

Ia. Melanjutkan, data yang akurat, lengkap, dan terkini menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan kesehatan, distribusi tenaga kesehatan, pengembangan kompetensi, hingga perencanaan kebutuhan SDM kesehatan di masa mendatang.

BACA JUGA:  Gunakan Nomor WhatsApp Berbeda, Nama Kadis Pendidikan dan Kabid SMP Disdik Makassar Digunakan Minta Uang

“Data SDMK harus menjadi perhatian serius. Saya berharap seluruh kepala puskesmas memastikan validitas dan pembaruan data tenaga kesehatan di unit kerja masing-masing sehingga kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar tepat sasaran,” tuturnya.

Kepada para kepala puskesmas yang baru dilantik, Munafri berpesan agar menjadikan amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik kepada masyarakat.

Ia meminta para kepala puskesmas mampu menghadirkan inovasi, memperkuat budaya kerja yang melayani, serta membangun kolaborasi dengan seluruh tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan di wilayah kerja masing-masing.

“Saya berharap para Kepala Puskesmas menjadi motor penggerak berbagai program prioritas kesehatan, termasuk percepatan penurunan stunting, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan promosi dan pencegahan kesehatan di tengah masyarakat,” ujarnya.