“Hanya dengan integritas dan kejujuran, kita bisa menyelesaikan perbedaan tanpa melihat apa agamamu, dari mana asalmu, dan apa latar belakangmu,” jelas politisi Golkar ini.
Ia memastikan bahwa di lingkungan Pemerintah Kota Makassar, setiap orang memiliki hak yang sama untuk mengabdi dan menduduki posisi strategis selama memiliki kapabilitas dan kompetensi. Tidak boleh ada diskriminasi dalam struktur pemerintahan.
Mantan Bos PSM itu berharap, Perayaan Natal bersama ini dapat menjadi momentum untuk saling mengasihi, memperkuat persaudaraan, serta mendekatkan diri kepada Tuhan, sekaligus mendorong kolaborasi dalam mengisi pembangunan Kota Makassar.
“Kami berharap ke depan, Perayaan Natal bersama di lingkup Pemerintah Kota Makassar dapat dilaksanakan lebih besar dan melibatkan lebih banyak masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan pesan kebersamaan kepada seluruh umat Kristiani serta masyarakat Kota Makassar.
Lanjut dia, Perayaan Natal ini bukan hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Kristiani, tetapi juga pengingat bagi semua tentang pentingnya toleransi, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus menjaga harmoni, kebersamaan, dan semangat saling menghormati di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan kota ini,” ujarnya.
Hadir pada kesempatan tersebut, Munafri -Aliyah dan juga Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa serta jajaran Forkopimda Kota.
Pemerintah Kota Makassar juga mengapresiasi para ASN yang memasuki masa purna bakti, atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama puluhan tahun.(*)












