Era Mulia 2025, Kadis PU Makassar Paparkan 105 Ruas Jalan Diaspal, 116 Drainase Dibangun

Pekerjaan ini menjadi krusial dalam meningkatkan daya tampung dan kelancaran aliran air, khususnya di kawasan padat penduduk dan titik rawan banjir.

Sebagai leading sektor, penanganan teknis juga dilakukan melalui pembuatan tali-tali air, yakni saluran pembuang dari badan jalan menuju drainase utama.

Langkah ini sering kali luput dari perhatian, namun memiliki peran strategis dalam mencegah kerusakan jalan akibat genangan serta memperpanjang usia infrastruktur jalan itu sendiri.

Capaian ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Makassar, pada era kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin berjalan dengan pendekatan yang lebih nyata.

Program-program yang dilaksanakan tidak hanya terukur dari sisi angka dan volume pekerjaan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Jalan lingkungan yang lebih layak, akses yang lebih lancar, serta sistem drainase yang lebih baik menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan kualitas hidup warga Kota Makassar.

Lebih lanjut, Zuhaelsi menjelaskan, pada sektor jalan, Dinas PU Makassar berhasil menyelesaikan 105 ruas jalan aspal melalui belanja modal, serta 67 ruas jalan aspal melalui program pemeliharaan satgas.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-79 Tingkat Kecamatan Tamalate

Selain itu, pekerjaan peningkatan kualitas jalan lingkungan juga dilakukan melalui pemasangan paving block, dengan capaian 135 ruas paving melalui belanja modal dan 126 ruas paving melalui pemeliharaan satgas.

Pekerjaan ini menyasar jalan-jalan menuju lingkungan permukiman hingga ruas strategis yang menunjang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

Sementara pada sektor drainase, yang menjadi salah satu fokus utama penanganan genangan dan banjir, Dinas PU mencatat pembangunan drainase baru pada 32 ruas, serta rehabilitasi drainase di 84 ruas lainnya.

“Penanganan ini kami, lakukan secara bertahap, khususnya di kawasan rawan genangan dan wilayah dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi,” jelasnya.

Zuhaelsi menuturkan, selain pembangunan dan rehabilitasi drainase utama, pihaknya juga melakukan penanganan teknis berupa pembuatan tali-tali air, yakni saluran pembuang dari badan jalan menuju drainase utama, guna mencegah genangan air di permukaan jalan.

Pekerjaan tersebut antara lain dilakukan di Jalan Ahmad Yani depan Kantor Wali Kota Makassar, Jalan Jenderal Sudirman di depan Bank BNI, Bank Indonesia, hingga kawasan Menara Bosowa, Jalan Metro Tanjung Bunga di depan Hotel The Rinra dan sisi Anjungan Pantai Losari, Jalan Andi Djemma, Jalan Riburane di depan RRI, serta Jalan Monginsidi.

BACA JUGA:  DPU Makassar Normalisasi Saluran di Jl. Bunga Ejaya

Selain itu, penanganan titik-titik genangan juga dilakukan melalui pembangunan dan pembenahan saluran drainase di sejumlah lokasi krusial. Di antaranya pembangunan dan pembenahan drainase di Jalan Andi Tonro (depan Pemakaman Andi Tonro), pembangunan saluran alam di Jalan Poros Sudiang (Asrama Haji).