“Di dalamnya mencakup kelayakan teknis, ekonomis, finansial, sosial, lingkungan, hingga aspek regulasi, sehingga menjadi pijakan kuat sebelum masuk ke tahap konstruksi,” tambah Zuhaelsi.
Ia menambahkan, penyelesaian FS menjadi titik krusial dalam perencanaan pembangunan stadion, karena memastikan proyek tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kota Makassar.
Lebih lanjut, Zuhaelsi mengungkapkan bahwa sejak November hingga Desember 2025, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas PU telah menyusun dokumen persiapan pengadaan sebagai bagian dari tahapan seleksi manajemen konstruksi.
“Sejak November sampai Desember 2025, kami menyusun dokumen persiapan pengadaan untuk seleksi manajemen konstruksi. Pada Desember dilakukan proses seleksi, sehingga waktu pelaksanaan bisa lebih dioptimalkan,” jelasnya.
Menurutnya, optimalisasi waktu menjadi kunci agar pembangunan stadion dapat berjalan efektif sejak awal tahun 2026. Dengan selesainya dokumen persiapan dan tahapan seleksi, pelaksanaan konstruksi fisik awal diharapkan dapat segera dimulai tanpa kendala administratif.
Zuhaelsi juga menegaskan bahwa pembangunan Stadion Untia merupakan proyek strategis daerah yang selaras dengan visi Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan infrastruktur olahraga yang representatif dan berstandar.
Stadion ini dirancang tidak hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan atlet dan ruang publik yang multifungsi.
“Kami memastikan seluruh tahapan dilakukan sesuai aturan dan standar yang berlaku,” terangnya.
Pembangunan Stadion Untia diharapkan menjadi tonggak baru kebangkitan olahraga di Kota Makassar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui peningkatan aktivitas sosial, olahraga, dan usaha pendukung di sekitarnya.
“Harapan kami, pembangunan Stadion Untia dapat berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tutup Zuhaelsi.












