Ketika antrean kendaraan tangki berkurang, hal tersebut menunjukkan pasokan air ke jaringan pelayanan mulai berjalan lebih lancar.
Namun, PDAM tetap melakukan pemantauan terhadap kualitas air, termasuk parameter Total Dissolved Solids (TDS).
“Untuk mengantisipasi kebutuhan warga di kawasan yang sulit terjangkau, enam wilayah pelayanan PDAM telah kita siapkan armada kecil yang membawa tandon air dan dapat masuk ke lorong-lorong permukiman,” terang mantan camat Biringkanaya itu.
Terkait laporan air berwarna hitam yang sempat diterima masyarakat, Andi Syahrum menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan proses pergantian atau pekerjaan pada jaringan pipa.
Menurutnya, ketika pipa dalam kondisi kosong kemudian kembali dialiri air, terdapat kemungkinan endapan atau material sisa di dalam jaringan ikut terbawa aliran.
“Itulah, pergantian pipa, pada saat pipa kosong, kemudian air mengalir, tentu membawa beberapa ampas-ampas di situ,” jelasnya.
Ia juga mengakui kondisi jaringan perpipaan PDAM saat ini menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan. Sebagian jaringan telah berkembang secara kompleks dan tidak seluruhnya mudah dipetakan.
Selain itu, terdapat sejumlah jaringan pipa yang berada cukup dalam sehingga membutuhkan koordinasi dan perizinan sebelum dilakukan pekerjaan.
Ia mencontohkan jaringan di kawasan Jl. Urip Sumoharjo dan Jl. Perintis Kemerdekaan yang berada sekitar dua meter di bawah permukaan.
Kondisi tersebut membuat proses penanganan membutuhkan izin dari pihak terkait, termasuk adanya persyaratan jaminan.
Namun, Andi Syahrum menyebut PDAM masih menghadapi kendala administrasi karena belum memiliki nomenklatur anggaran untuk pembayaran jaminan tersebut.
Meski menghadapi sejumlah tantangan teknis dan administrasi, PDAM Makassar memastikan distribusi air bersih terus dilakukan sebagai langkah tanggap terhadap kebutuhan masyarakat selama musim kemarau panjang.
“Kami PDAM juga terus berkoordinasi dengan pimpinan Pemerintah Kota, BPBD, TNI, Polri serta unsur RT/RW agar bantuan air dapat diarahkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” tukasnya.
Langkah Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar mengerahkan armada berukuran kecil yang dilengkapi tandon air untuk menjangkau lorong-lorong permukiman mendapat perhatian dari pemerhati publik.
Pemerhati publik, Dr. Nurmal Idrus, menilai langkah tersebut menjadi inovasi layanan yang relevan di tengah musim kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi sebagian masyarakat.












