Oikos Earth Lirik Gas Metana TPA Tamangapa untuk Carbon Credit hingga Bio-CNG

Oleh sebab itu, Syiraz mengapresiasi pembenahan yang dilakukan Pemkot Makassar dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebut progres penataan TPA menunjukkan perkembangan signifikan.

Berdasarkan hasil kunjungannya, sekitar area timbunan yang ditinjau telah mendapatkan soil cover. Selain itu, telah tersedia delapan sumur penangkap gas metana, dengan tiga di antaranya disebut sudah aktif.

“Progresnya luar biasa. Per hari ini rampung sudah ditutup dengan soil cover. Sumur penangkap metananya sudah ada delapan dan tiga sudah aktif,” tuturnya.

Selain pengendalian gas metana, pembenahan sistem pengelolaan air lindi juga menjadi bagian dari penataan TPA Tamangapa.

Syiraz menilai langkah cepat Pemkot Makassar menunjukkan keseriusan dalam membenahi sistem pengelolaan persampahan.

“Pak Wali Kota anagat serius memperbaiki TPA. Saya melihat intervensi yang dilakukan dengan cepat. Kalau kita planning dengan baik, harusnya masalah persampahan di Makassar bisa jauh lebih cepat teratasi,” katanya.

Pengembangan proyek carbon trade berbasis TPA sendiri membutuhkan sistem pengelolaan yang memenuhi standar teknis.

Karena itu, ia menyebutkan pengelolaan TPA perlu meninggalkan pola open dumping dan beralih menuju sistem controlled landfill atau sanitary landfill yang dilengkapi infrastruktur penangkapan gas metana.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Hadiri Pesta Rakyat Tamalate, Soroti PKL hingga Gratis Iuran Sampah

Gas yang berhasil ditangkap kemudian dapat dikelola lebih lanjut, antara lain melalui proses flaring atau dimanfaatkan sebagai sumber energi apabila secara teknis dan ekonomis memungkinkan.

“Dengan pendekatan ini, pembenahan TPA Tamangapa tidak hanya diarahkan untuk mengurangi persoalan lingkungan dan emisi, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai bagian dari ekonomi sirkular,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa bagi Pemkot Makassar, penjajakan bersama Oikos Earth ini menjadi salah satu opsi untuk melihat TPA dari perspektif kedepan.

“Bukan semata sebagai beban biaya pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai aset lingkungan yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dengan teknologi, standar, dan tata kelola yang tepat,” singkat Appi. (*)