Ia menambahkan bahwa Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terlibat langsung mengkurasi setiap aspek penyusunan CoE 2026 sebagai bentuk keseriusan dalam membangun pariwisata dan ekonomi kreatif kota Makassar.
Terkait jumlah kegiatan, Hendra membenarkan bahwa akan ada sekitar 60 event yang masuk dalam CoE 2026.
“Pak Wali sudah menyampaikan bahwa perlu event nasional dan internasional pada 2026 dan seterusnya, kita ingin trafik wisatawan lokal, nusantara, hingga mancanegara, lebih banyak lagi masuk ke Makassar,” ungkapnya.
Mantan Kepala BPBD itu menegaskan bahwa keistimewaan CoE 2026 terletak pada keberagaman event yang ditampilkan. Seluruh kegiatan yang digelar oleh Pemkot Makassar, baik Dinas Pariwisata, Dispora, Dinas Koperasi, Dinas Kebudayaan, maupun OPD lainnya, akan terintegrasi dalam satu kalender besar.
Bahkan, ditampilkan semua event Pemkot Makassar agar masyarakat dan wisatawan dapat melihat secara utuh potensi aktivitas sepanjang tahun.
“Beberapa event lain yang bekerja sama dengan Pemkot untuk tahun 2026, tentu kami akan diumumkan saat launching nanti,” terangnya.
Peluncuran Calendar of Event Makassar 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 Desember 2025, menjadi momentum penting menuju tahun penuh aktivitas dan gerak wisata di Kota Daeng.
Untuk desain logo CoE 2026, Dinas Pariwisata menggandeng Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI). Salah satu anggota ADGI yang turut terlibat merupakan desainer yang pernah membuat logo berbagai kementerian dan lembaga nasional.
“Mereka juga yang membantu proses seleksi logo HUT Kota Makassar kemarin. Filosofi logo CoE 2026 ini sangat luar biasa, sangat mewakili karakter Kota Makassar,” tambah Hendra.
Jelang peluncuran Calendar of Event (CoE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Desember 2025, Pemerintah Kota Makassar terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari penyusunan daftar event hingga kurasi desain visual yang akan menjadi identitas CoE tahun depan.
Di bawah koordinasi Dinas Pariwisata, penyelenggara tengah merampungkan detail agenda yang terbagi dalam tiga kategori, supporting event, big event, dan top event.
Rangkaian kegiatan tersebut akan dihelat sepanjang tahun sebagai upaya menghidupkan ruang publik, menggairahkan pelaku Ekraf, serta menarik kunjungan wisatawan lokal, nusantara, hingga mancanegara.
Menurut pemaparan awal, sektor-sektor di jajaran Pemkot Makassar telah menyiapkan porsi kontribusi masing-masing. Dinas Pariwisata menggarap 19 event, disusul Dinas Pemuda dan Olahraga dengan 13 event, Dinas Perdagangan 3 event, Dinas Koperasi dan UMKM 3 event, serta BPSDM Makassar 2 event. Dan ada event lainya












