Munafri: TP PKK Harus Jadi “Kawah Candradimuka” 

Lebih jauh, Munafri juga menekankan pentingnya pembenahan internal organisasi PKK. Menurutnya, anggota PKK harus menjadikan organisasi sebagai ruang belajar dan pengembangan diri, bukan sekadar tempat berkumpul.

Kemampuan untuk menyerap pengetahuan dan memperbaiki kualitas diri menjadi kunci dalam membangun keluarga yang harmonis.

Dimana, PKK ini harus menjadi contoh. Menjadi kawah candradimuka dalam membentuk keluarga yang baik dan berkualitas.

“Kalau kita bicara keluarga sehat tapi tidak mampu menerapkannya dalam kehidupan sendiri, itu akan bertentangan dengan realitas di masyarakat,” tuturnya.

Dalam penyampaiannya, Munafri juga mengangkat isu-isu mendasar dalam kehidupan rumah tangga yang kerap menjadi pemicu konflik, bahkan perceraian. Ia menyebut dua faktor utama, yakni persoalan ekonomi dan hubungan suami istri.

Menurutnya, persoalan ekonomi tidak selalu berujung pada konflik jika dibangun komunikasi yang baik antara pasangan.

Dia menekankan pentingnya keterbukaan dan saling memahami kondisi masing-masing, mengingat tidak semua kepala keluarga memiliki penghasilan yang stabil setiap waktu.

Munafri juga mendorong pasangan suami istri untuk meluangkan waktu berkomunikasi secara rutin, bahkan dalam hal sederhana seperti berbincang sebelum tidur. Ia menyebut komunikasi sebagai “obat” utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

BACA JUGA:  Dr. Andi Luhur Prianto: Sekda Definitif, Langkah Nyata Pemkot Menuju Pemerintahan Profesional

“Di sinilah forum, pentingnya peran istri dalam mendukung kualitas keluarga, di mana masing-masing memiliki peran besar dalam menentukan arah dan kualitas kehidupan rumah tangga,” ungkapnya.

Munafri juga menyampaikan pesan ringan namun penuh makna terkait dinamika keseharian rumah tangga, termasuk pentingnya menciptakan suasana harmonis agar anggota keluarga lebih betah di rumah.

Menurutnya, keharmonisan tidak hanya dibangun dari pemenuhan kewajiban, tetapi juga perhatian dan nilai-nilai kebersamaan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan membangun keluarga tidak semata ditentukan oleh kondisi ekonomi.

“Ketika komunikasi terbangun dengan baik, maka keluarga akan menjadi tempat yang aman untuk membesarkan anak-anak,” ujarnya.

Karena itu, ia menyatakan dukungannya terhadap berbagai program PKK yang berfokus pada penguatan keluarga.

Ia menilai, kehadiran PKK dengan anggota yang memiliki pengetahuan dan kesadaran dalam membangun keluarga menjadi kunci dalam mencetak generasi yang berkualitas.

Di akhir sambutannya, Munafri kembali menegaskan bahwa organisasi PKK harus menjadi ruang belajar yang aktif dan produktif.

Appi mengajak seluruh pengurus TP PKK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menutup kekurangan, serta memperkaya pengetahuan demi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.