Forum ini secara khusus menyasar negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta negara sahabat.
Tercatat, sebanyak 31 negara anggota OKI dan 18 negara sahabat direncanakan akan diundang dalam kegiatan tersebut.
Pemkot Makassar, juga akan mendorong ekspansi pasar bagi pelaku usaha lokal yang selama ini telah menjangkau pasar global seperti Jepang, Eropa, dan Amerika, namun belum banyak menembus pasar Timur Tengah.
“Kita ingin mendorong pelaku usaha yang sudah ekspor ke Jepang, Eropa, dan Amerika agar bisa berekspansi ke negara-negara Timur Tengah. Ini peluang besar yang ingin kita buka melalui IGS,” beber Mario.
Melalui IGS 2026, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, serta memperkuat posisi kota sebagai hub perdagangan dan investasi di kawasan Indonesia Timur.
Selain sektor usaha, Pemkot Makassar juga mempertimbangkan untuk menawarkan sejumlah proyek strategis daerah.
Salah satunya kawasan Untia, sebagai peluang investasi bagi investor asing. Namun, hal tersebut masih dalam tahap finalisasi.
“Untuk proyek pemerintah, masih akan difixkan, termasuk kemungkinan menampilkan kawasan Untia sebagai salah satu potensi investasi,” katanya.
Rencananya, kegiatan IGS 2026 akan dibuka langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, menandai pentingnya forum ini dalam memperkuat diplomasi ekonomi daerah.
Tak hanya itu, Pemkot Makassar juga membuka peluang bagi daerah lain, khususnya di Sulawesi Selatan, untuk turut serta mempromosikan potensi investasinya dalam forum tersebut.
“Kami terbuka jika ada daerah lain yang ingin berpartisipasi. Ini kesempatan bersama untuk mendorong investasi di Sulawesi Selatan secara umum,” pungkas Mario.
Diketahui, rapat tersebut turut dihadiri oleh jajaran strategis Pemerintah Kota, di antaranya tim ahli Pemkot, Asisten III, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Kepala Bagian Kerja Sama. (*)













