Appi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar saat ini mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp5,2 triliun, yang di dalamnya mencakup berbagai program pembangunan, termasuk pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur.
Di dalam APBD tersebut terdapat berbagai proses pembangunan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan teknologi, serta harus berorientasi pada keberlanjutan.
“Ruang pembangunan yang besar ini menjadi kesempatan bagi profesi insinyur semua untuk mengambil peran,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya memberdayakan sumber daya lokal dalam proses pembangunan kota. Lanjut dia, jika ada orang lokal, kenapa harus selalu orang luar yang masuk.
“Saya akui, dulu ketika kita mendengar kata insinyur, itu adalah profesi yang melekat dengan profesionalisme. Ini bukan profesi biasa, tetapi profesi yang memiliki tanggung jawab moral dan teknis yang tinggi,” ujarnya.
Munafri menutup sambutannya dengan harapan agar profesi insinyur benar-benar mampu membuktikan integritas dan kompetensinya dalam kehidupan nyata, serta menjadi solusi atas persoalan pembangunan kota.
Profesi ini harus dibuktikan kebenarannya dalam kehidupan, melalui data, melalui hasil kerja, dan melalui dampak nyata.
“Kita berharap insinyur menjadi profesi teknis yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada,” pungkasnya.












