Munafri “Bongkar” Pengalaman Pahit dan Manis di Depan Mahasiswa FH Unibos

“Saya lari sendirian, tapi kalah dengan tidak tahu siapa pemenangnya,” katanya, menggambarkan situasi pilkada saat itu.

Ia kembali maju pada Pilkada Makassar 2020, namun kembali mengalami kekalahan. Meski begitu, ia tidak menyerah. Ia kembali fokus mengurus PSM sekaligus mengembangkan karier di dunia sepak bola nasional.

Perjalanannya berlanjut hingga tahun berikutnya, akhirnya ia didaulat menjadi salah satu Komisaris Liga Indonesia Baru (LIB), kemudian menjadi Direktur Keuangan PT Liga Indonesia Baru, dengan latar pendidikan S1 Fakultas Hukum.

Menurutnya, alasan ia bisa dipercaya menduduki posisi tersebut adalah karena ia membekali dirinya dengan ilmu tambahan, termasuk akuntansi.

“Seorang Direktur Keuangan tidak mungkin hanya membaca laporan rugi laba saja tidak bisa. Ini harus dipelajari. Mahasiswa hukum harus menambah ilmu di luar ilmu utama,” tegasnya.

Berjalan ya waktu, Appi sapaan akrab Wali Kota kembali mengikuti kompetisi pilkada di tahun 2024 dengan kontentasi empat pasangan calon.

“Alhamfulillah, tahun 2024 saya memenangkan pertandingan dengan meraih suara diatas 54 persen,” bebernya.

BACA JUGA:  Besok, Jalan Santai HUT KORPRI dan HUT ke-418 Kota Makassar, Ini Rutenya

Dia juga menyinggung pengalaman pribadinya tentang pentingnya belajar bahasa Inggris. Appi menceritakan bahwa saat tumbuh dalam keluarga ASN.

Munafri tidak mendapatkan kesempatan kursus bahasa Inggris, sehingga saat mulai bekerja di dunia sepak bola internasional, ia sangat kesulitan berkomunikasi.

Dengan tekad dan keyakinan kuad belajar hingga suatu saat mengikuti kursus bahasa inggris dan paham dan lncar. Tahun dan waktu pun berjalan, resmi didaulat menjadi Konsulat Kehormatan Republik Kroasia untuk Indonesia pada awal tahun 2024 hingga sekarang.

Di akhir penyampaiannya, Munafri menegaskan bahwa perjalanan hidup penuh dinamika, dan mahasiswa hukum harus menyiapkan diri dengan membuka wawasan seluas-luasnya.

“Belajar, belajar, dan belajar. Ambil ilmu utama, tambahkan ilmu lain. Pergaulan, referensi, kemampuan komunikasi, semuanya akan menentukan jalan hidup kita,” pungkasnya.