Dalam kesempatan tersebut, Zudan juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar, termasuk Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, beserta jajaran, untuk pengeluaran sukses MTQ .
Zudan menegaskan, penyelenggaraan MTQ di Sulawesi Selatan semakin meneguhkan posisi daerah ini sebagai salah satu pusat pelaksanaan MTQ Korpri.
Dia mengingatkan bahwa MTQ Korpri pertama kali digagas pada periode kepemimpinan Diah Anggraeni sebagai Ketua Korpri 2010–2015.
Sejak saat itu, pelaksanaan MTQ Korpri terus berkembang dan digelar di berbagai daerah.
Ia juga mengenang masa pandemi Covid-19, ketika pelaksanaan MTQ sempat direncanakan untuk ditiadakan. Namun, antusiasme ASN begitu tinggi hingga meminta agar kegiatan tetap digelar secara virtual.
“Pada saat Covid-19, kita ingin tidak mengadakan, tetapi para ASN protes, minta diadakan MTQ virtual. Bayangkan kecintaan para ASN sampai MTQ pun dimintakan virtual,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, panitia penyelenggara MTQ Korpri, Muh Saleh menjelaskan secara gambaran umum, Pelaksanaan MTQ ke-VIII Korpri Tahun 2026 dipersiapkan dengan matang menyusul penetapan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah.
Penetapan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Anggaran Dasar Korpri.
Serta Surat Keputusan Dewan Pengurus Korpri Nasional yang menetapkan Sulawesi Selatan sebagai penyelenggara MTQ ke-VIII Korpri tahun 2026. Bertempat di Kota Makassar, dan Kabupaten Pangkep.
“Kegiatan berskala nasional ini mengusung tema ‘ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh’, sebagai refleksi komitmen membangun aparatur sipil negara yang tidak hanya profesional dalam pelayanan publik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual dan moral Qur’ani,” jelasnya.
Dijelaskan, MTQ Korpri ke-VIII tahun 2026 bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ASN melalui penghayatan dan pengamalan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pelaksanaan tugas birokrasi.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat melestarikan seni dan budaya Islami di lingkungan birokrasi, sekaligus memperkuat karakter ASN yang religius, berintegritas, dan berakhlak mulia.
“Pelaksanaan MTQ kali ini akan mempertandingkan 12 cabang dengan total 36 golongan, serta terdapat penambahan empat cabang baru dibandingkan pelaksanaan MTQ Korpri ke-7 di Kalimantan Tengah,” terangnya.
Cabang yang diperlombakan meliputi,
Tilawatil Qur’an, Tartil Al-Qur’an, Hifzhil Qur’an (hafalan), Khattil Qur’an (kaligrafi), Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Hafalan Hadis dan Syarah Hadis, hingga lomba seni bernuansa Islami seperti cipta dan baca puisi Islami.












