Paparan tersebut disampaikan Munafri Arifuddin saat menghadiri wawancara singkat bersama WRI Ruan yang dipimpin oleh Diego Rivera dari Monash University, di Kantor Balai Kota Makassar.
Dalam kesempatan itu, Munafri Arifuddin menjelaskan bahwa persoalan banjir, air minum, dan sanitasi merupakan tantangan klasik yang hingga kini masih menjadi pekerjaan besar Pemerintah Kota Makassar.
Persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga langsung memengaruhi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Di kesempatan yang sama juga, perwakilan dari World Resources Institute (WRI) Ruan dan Program Penelitian RISE (Revitalizing Informal Settlements and Their Environment) Indonesia, yang dipimpin oleh Diego Rivera dari Monash University, di Kantor Balai Kota Makassar, menyampaikan banyak hal yang dikembangkan bersama Kota Makassar.
Dimana, program RISE yang dijalankan di Kota Makassar, disebut menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional.
Proyek tersebut terpilih sebagai salah satu dari lima proyek terbaik dunia yang masuk nominasi World Resources Institute (WRI) Ross Center Prize for Cities, sebuah penghargaan bergengsi yang menilai inovasi kota dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan inklusif.
Perwakilan WRI, Diego Rivera, mengungkapkan bahwa kunjungan ke Makassar merupakan bagian dari proses penilaian akhir penghargaan tersebut.
“Kami sangat senang bisa bertemu langsung dengan Wali Kota Makassar. Tujuan kunjungan kami adalah karena program RISE telah terpilih sebagai salah satu dari lima proyek global yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam memperbaiki kota-kota di seluruh dunia,” ujar Diego Rivera.
Dia menjelaskan, dari ratusan proyek yang dinilai secara global, hanya lima yang terpilih untuk masuk tahap akhir. Tim WRI pun melakukan kunjungan langsung ke masing-masing lokasi dengan membawa kru film profesional untuk memproduksi film pendek tentang setiap proyek.
“Film pendek wawancara program ini, kami tayangkan pada acara khusus di New York pada bulan April mendatang. Setelah seluruh film diputar, pemenang WRI Ross Center Prize for Cities akan diumumkan,” jelasnya.
Menurut Diego, Makassar memiliki peran yang sangat strategis dalam proses ini, tim WRI sudah mengunjungi sejumlah komunitas penerima manfaat program RISE, seperti Untia dan Bone Lengga, untuk berdialog langsung dengan warga serta mendokumentasikan dampak nyata program tersebut.
“Kami berharap Makassar bisa menang. Namun, terpilih sebagai satu dari lima proyek terbaik dunia saja sudah merupakan pencapaian yang luar biasa. Dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap RISE sangat berarti bagi kami,” tambahnya, belum lama ini.












