Lewat Simulasi BPBD, Pemkot Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Menurutnya, program ini melibatkan pihak Kecamatan dari berbagai wilayah yang dibagi ke dalam tiga kelompok kawasan kemakmuran di Kota Makassar.

“Program ini terbagi menjadi tiga wilayah. Pertama Kemakmuran Utara Makassar yang mencakup lima kecamatan, kedua Kemakmuran Selatan Makassar dengan empat kecamatan,” ujarnya.

“Dan ketiga Kemakmuran Timur Makassar yang juga meliputi empat kecamatan,” sambung Fadli.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan tidak hanya berupa simulasi kebencanaan, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial seperti buka puasa bersama serta pasar murah bagi masyarakat.

Selain itu, dalam program tersebut juga dibentuk Kelurahan Tangguh Bencana yang melibatkan sekitar 20 orang relawan dari setiap kelurahan.

Relawan tersebut akan dibina dan dibekali pengetahuan kebencanaan oleh BPBD sehingga mampu melakukan penanganan awal ketika terjadi bencana di wilayah masing-masing.

“Setiap kelurahan ada sekitar 20 orang yang akan kita bina dan bekali pengetahuan kebencanaan. Jadi ketika ada kejadian di wilayahnya, mereka bisa langsung turun melakukan penanganan awal,” jelasnya.

Para relawan itu juga akan dibagi dalam kelompok-kelompok kerja agar lebih terorganisasi dalam menjalankan tugas, termasuk menangani persoalan-persoalan dasar seperti saluran air yang tersumbat hingga penanganan awal bencana lainnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Pimpin Rapat Sinergi Pengawasan Keselamatan Transportasi Mudik

Fadli menambahkan, sebagian besar relawan yang terlibat berasal dari berbagai komunitas masyarakat, seperti komunitas penjahit, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga komunitas perikanan.

Dengan latar belakang tersebut, diharapkan para relawan tidak hanya aktif dalam penanggulangan bencana, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat secara mandiri.

“Mereka rata-rata sudah punya komunitas, ada komunitas penjahit, UKM, hingga perikanan. Jadi sebenarnya mereka sudah bisa berjalan mandiri,” tuturnya.

“Kami hanya membantu dalam pembinaan, termasuk cara membuat proposal dan mengakses bantuan,” tambah Fadli.

Dia menambahkan, beberapa kelompok masyarakat yang telah dibina sebelumnya bahkan sudah berhasil mendapatkan bantuan pemerintah maupun dukungan dari pihak luar Makassar untuk mengembangkan kegiatan mereka.

“Program ini, kami harapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi dan menanggulangi potensi bencana di lingkungan masing-masing,” tutup Fadli. (*)