Upaya kolaboratif lintas wilayah serta pendekatan persuasif yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Manggala diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Ia menambahkan, komunikasi intensif juga dilakukan dengan Lurah Pacinongang beserta jajarannya. Hasilnya, kedua wilayah sepakat menggelar kerja bakti bersama guna menuntaskan persoalan sampah di perbatasan tersebut.
“Kami bersama-sama turun, baik dari Makassar maupun Gowa. Kerja bakti dilakukan untuk memastikan sampah di lokasi tersebut bisa tertangani secara maksimal,” lanjutnya.
Dalam proses pembersihan, Pemerintah Kecamatan Manggala turut memanfaatkan alat berat berupa ekskavator yang dipinjam dari warga di Kelurahan Bangkala.
Penggunaan alat berat dinilai mempercepat proses pengangkutan sampah ke armada pengangkut.
“Kalau hanya mengandalkan tenaga manual tentu membutuhkan waktu lama. Alhamdulillah, dengan bantuan ekskavator, sekitar 10 armada truk sampah berhasil diangkut dan lokasi kini sudah bersih,” jelas Ahmad.
Selain penanganan sampah, Pemerintah Kecamatan Manggala juga tengah merencanakan penataan pedagang kaki lima (PKL), khususnya di Jalan Tamangapa, tepatnya di depan kawasan Perumahan Dosen.
Menurut Ahmad, upaya penataan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Sebagian pedagang menyatakan kesediaan untuk dipindahkan.
“Ada yang siap dipindahkan ke bagian belakang,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam melakukan penertiban.
Pemerintah kecamatan juga telah melayangkan surat peringatan secara bertahap kepada para pedagang.
“Kami terus melakukan pendekatan secara humanis, sambil menjalankan prosedur melalui surat peringatan,” janji Ahmad.
Tak hanya itu, ia juga merespons keluhan warga terkait keberadaan kontainer sampah di Jalan Kecaping Raya yang dinilai mengganggu arus lalu lintas.
Camat Manggala mengaku telah turun langsung meninjau lokasi bersama anggota dewan, Hartono, untuk melihat kondisi di lapangan. Ia bahkan sempat berinisiatif memindahkan kontainer tersebut.
Dengan demikian, pihak kecamatan menegaskan tidak tinggal diam. Dia mengakui keberadaan kontainer di badan jalan memang mengganggu kelancaran lalu lintas.
Bahkan telah menginstruksikan lurah, kepala seksi kebersihan, serta pengawas wilayah untuk segera mencarikan solusi dan memindahkan kontainer tersebut ke lokasi yang lebih tepat.
“Saya juga tidak setuju kalau kontainer berada di jalan karena mengganggu. Sudah saya perintahkan jajaran untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya. (*)













