IAS Dilantik Sebagai Ketua PORDI Sulsel, Pemkot Makassar Siap Dukung 

Menurut IAS, secara mekanisme dan tahapan organisasi, PORDI telah memperoleh rekomendasi dari KONI Pusat, sehingga diharapkan tidak ada kendala bagi KONI daerah untuk memberikan pembinaan dan dukungan.

Dalam kesempatan tersebut, IAS juga mengakui bahwa proses penyusunan kepengurusan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.

Oleh karena itu, ia membuka peluang untuk melakukan penyesuaian struktur kepengurusan ke depan agar sesuai dengan latar belakang, kompetensi, dan keahlian masing-masing pengurus.

“Penyusunan kepengurusan dalam waktu yang sangat terbatas. Ke depan, setelah rapat pleno, kami akan melakukan penyesuaian agar struktur organisasi benar-benar sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing,” jelasnya.

Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu menegaskan bahwa kekuatan sebuah organisasi terletak pada kemampuan melakukan konsolidasi dan membangun kekompakan di seluruh tingkatan.

IAS juga berharap kolaborasi dapat terbangun mulai dari tingkat provinsi hingga ke tingkat kabupaten/kota, kecamatan, bahkan hingga tingkat lingkungan.

“Jika konsolidasi ini bisa terbangun dengan baik hingga ke tingkat paling bawah, saya yakin Sulawesi Selatan akan menjadi daerah yang aman dan kondusif. Domino bisa menjadi sarana interaksi sosial yang positif di tengah masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Obituari Baco Ahmad “Tembok” PSM itu Telah Tiada.

Lebih lanjut, IAS mengungkapkan rencana PORDI Sulsel untuk mengaktifkan kembali pos-pos lingkungan melalui kegiatan positif, salah satunya dengan pertandingan domino.

Menurutnya, aktivitas tersebut dapat memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mendukung pengamanan lingkungan.

Dalam waktu dekat, PORDI Sulsel akan menggelar rapat kerja guna menyusun program dan agenda prioritas organisasi.

Salah satu program unggulan yang direncanakan adalah penyelenggaraan Liga Domino Sulawesi Selatan yang akan digelar dalam satu tahun dengan lima seri pertandingan.

“Setiap seri akan menghasilkan poin yang diakumulasi untuk menentukan juara umum. Para pemenang nantinya akan mewakili Sulawesi Selatan pada kejuaraan tingkat nasional,” ungkap IAS.

Selain itu, PORDI Sulsel juga akan menyusun sistem dan mekanisme pertandingan yang lebih profesional, termasuk pengawasan pertandingan, perwasitan, serta regulasi untuk meminimalkan praktik kecurangan dalam pertandingan domino.

Dia menyebutkan, sangat menyadari bahwa tantangan terbesar adalah meminimalkan kecurangan. Mungkin tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi dengan regulasi yang jelas, kami menargetkan bisa menekan hingga seminimal mungkin.

IAS menutup pernyataannya dengan menyampaikan harapan besar kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar dapat bekerja sama dan bersinergi dalam membesarkan PORDI Sulawesi Selatan.