Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026: Munafri-Aliyah Tekankan Kolaborasi Jadi Kunci Utama Hadapi Bencana

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam membangun solidaritas menghadapi bencana, seperti falsafah Siri’na Pacce.

“Siri’ mengajarkan kehormatan untuk melindungi sesama, sementara Pacce mengajarkan bahwa penderitaan satu orang adalah tanggung jawab bersama. Inilah semangat yang harus kita hidupkan,” ujarnya.

Lewat kesempatan ini, Munafri mendorong inovasi unggulan BPBD Kota Makassar melalui program
Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana (SALAMA), yang bertujuan menanamkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini.

Dia pun menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta seluruh OPD terkait untuk bersinergi aktif bersama BPBD dalam mengimplementasikan program tersebut di sekolah dan kelurahan se-Kota Makassar.

Ketua Golkar Kota Makassar itu menegaskan, tiga hal utama yang menjadi fokus pemerintah dalam penguatan kesiapsiagaan bencana.
Pertama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan bagi aparatur dan relawan.

Kedua, kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana agar selalu dalam kondisi siap pakai.
Ketiga, penguatan kesiapsiagaan sejak usia dini melalui edukasi dan pembentukan komunitas tangguh bencana.

BACA JUGA:  Wawali Makassar Perkuat Sinergi Cegah Stunting

“Peralatan yang siap adalah nyawa yang terselamatkan,” tegas orang nomor satu Kota Makassar itu.

Dia berharap, momentum peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen bersama bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi budaya dan gaya hidup sehari-hari.

Pria kelahiran 20 September itu menyampaikan, apresiasi tinggi kepada seluruh relawan dan pegiat kebencanaan di Kota Makassar yang selama ini berada di garis terdepan saat masyarakat membutuhkan.

“Kalian adalah pahlawan yang tidak tampak di panggung, tetapi selalu hadir di saat genting,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana sebagai bagian dari tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menghadapi potensi bencana.

“Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar dan GMTD Bahas Jembatan Barombong

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan kota yang tangguh terhadap bencana.