“Ini salah satu bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT. Ini bentuk usaha kita. Kita tidak pernah putus asa untuk tetap berusaha agar hujan di Makassar maupun seluruh Indonesia bisa segera turun,” harap Syarief.
Ia juga mengatakan pesan yang disampaikan dalam khutbah Salat Istisqa menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melakukan introspeksi dan melangitlan doa kepada Allah SWT.
Menurutnya, kekeringan tidak hanya harus dihadapi dengan pendekatan teknis, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia memperbaiki diri dan memperbanyak doa.
“Melangitkan doa itu penting, untuk mengingatkan masyarakat Kota Makassar lainnya agar senantiasa mengharap pengampunan dari Allah SWT sehingga keberkahan turun di Makassar,” tuturnya.
Syarief menambahkan, Salat Istisqa tidak harus berhenti pada pelaksanaan hari ini. Jika kondisi kekeringan masih berlangsung, kegiatan serupa dapat kembali dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar bersama.
“Saya kira tidak jadi masalah diulang terus, namanya kita berusaha. Pastinya kita akan mengikuti jika ada rangkaian kegiatan Salat Istisqa lainnya,” katanya.
Pelaksanaan Salat Istisqa di Halaman Timur Masjid Al Markaz Al-Islami tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta.
Kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Bupati Soppeng Selle KS, Kabintaljarahdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Nofid Arifin, serta para kepala lembaga dan instansi vertikal.
Di tengah musim kemarau yang membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air, Pemkot Makassar kini menempuh dua jalur sekaligus, mengatasi kebutuhan air secara langsung di lapangan, sembari mengetuk pintu langit lewat doa.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, Pemkot Makassar saat ini tengah melakukan upaya penanganan air bersih jangka panjang dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Tahun ini Pemkot menghadirkan sekitar 18 SPAM di sejumlah titik untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber air. Ini akan terus bertambah,” katanya.
Sejalan dengan upaya itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Makassar terus dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di sekitar 50 hingga 60 titik setiap hari.
“Selain SPAM, ada Dinas Pemadam, Dinas BPBD yang turun setiap hari hampir 50 sampai 60 titik untuk mendistribusi kebutuhan air,” jelasnya.
Tidak sampai disitu, Pemerintah juga mengintervensi sumber-sumber air yang masih tersedia di tengah masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga.

br
br






br





