Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi

Tak hanya itu, politisi Golkar itu menjelaskan, Kota Makassar sebenarnya telah memiliki pengalaman awal melalui keterlibatan dalam proyek Maminasata yang sebelumnya masuk dalam program pengembangan transportasi kawasan.

Namun ke depan, Pemkot Makassar ingin memaksimalkan peluang tersebut untuk benar-benar membangun sistem moda transportasi perkotaan yang lebih terstruktur dan berfungsi optimal.

“Kita ini sebenarnya ada dua. Ada proyek yang sudah pernah masuk di program ini, salah satunya Maminasata. Tapi sekarang bagaimana kita memaksimalkan itu supaya betul-betul membangun sistem moda transportasi,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Appi itu mengakui, bahwa hingga saat ini Makassar masih menghadapi tantangan dalam hal ketersediaan moda transportasi publik yang memadai.

Oleh karena itu, Pemkot Makassar mulai merancang langkah awal secara bertahap dan terencana.

“Maka kita mencoba untuk membangun. Pertanyaannya, kita harus mulai seperti apa, ini yang kita bangun untuk Kerjasama,” jelasnya.

Menurut Munafri, membangun sistem transportasi perkotaan tidak bisa dilakukan mandiri oleh pemerintah daerah.

Ini kata dia, diperlukan masukan dari daerah-daerah lain yang telah memiliki pengalaman dan keahlian di bidang transportasi, serta dukungan kuat dari Pemerintah Pusat, khususnya Bappenas.

BACA JUGA:  Munafri Ajak Forkopimda Makassar Atasi Masalah Sosial

“Untuk membangun sendiri tentu kita butuh masukan dari daerah yang sudah punya pengalaman dan keahlian. Dan ini juga harus disupport oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Bappenas,” tegasnya.

Ia menilai forum Indonesia on the Move yang digelar oleh KIAT bersama Bappenas dan Pemerintah Australia menjadi ruang strategis untuk membuka dialog dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan transportasi di Indonesia.

“Hari ini KIAT bersama Bappenas dan Pemerintah Australia membuka ruang dengan para stakeholder transportasi. Ini sangat penting bagi kami,” tambahnya.

Munafri juga mengungkapkan harapannya agar ke depan Kota Makassar dapat memiliki sistem transportasi publik yang nyaman dan terintegrasi.

Seperti layanan bus dengan titik naik dan turun yang jelas, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi.

“Kita berharap suatu saat di Makassar ada bus yang kita naik, sehingga tidak harus lagi membawa kendaraan sendiri. Dan ini semua nyambung dengan apa yang kita lakukan hari ini,” katanya.

Lebih lanjut, Wali Kota Makassar menjelaskan bahwa pembangunan sistem transportasi juga harus diiringi dengan penataan ruang kota, khususnya di sepanjang koridor jalan utama.

BACA JUGA:  Rotasi Tanpa Nonjob, Fokus Tuntaskan Program Nawacita MULIA

Penataan tersebut bertujuan memastikan keberadaan jalur transportasi, pedestrian, dan aktivitas ekonomi berjalan tertib dan saling menghormati.