Ditolak Berkali-kali, Muh Ikram Akhirnya Diselamatkan, RSUD Daya Dipuji Warganet

“Sudah tiga kali kami bawa ke klinik, dikasih obat, tapi sakitnya tetap ada. Di klinik juga bilang tidak tertangani sakitnya,” terangnya.

Tak menyerah, Yuni bersama pengurus panti kemudian membawa Ikram ke beberapa rumah sakit swasta dan Pemerintah kembali.

Namun, upaya itu kembali menemui jalan buntu. Tercatat, Ikram sempat dibawa ke tiga rumah sakit berbeda, namun tidak mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.

“Yang paling sedih, di rumah sakit pertama kami ditanya soal BPJS. Mereka bilang tidak bisa dilayani karena hanya melayani pasien BPJS,” kenangnya dengan suara bergetar.

Penolakan serupa kembali dialami di rumah sakit berikutnya. Ketiadaan kartu BPJS menjadi alasan utama Ikram tidak mendapat penanganan, meski kondisinya saat itu sudah sangat membutuhkan pertolongan medis.

Dalam kondisi kebingungan dan putus asa, Yuni akhirnya menghubungi salah satu kerabatnya. Dari sanalah ia mendapat saran untuk membawa Ikram ke RSUD Daya Makassar, rumah sakit milik Pemerintah Kota Makassar.

“Waktu itu tante saya bilang, kalau tidak ada BPJS ini, bawa saja ke RSUD Daya. Saya sempat ragu tapi saya beranikan diri kesana,” tuturnya.

BACA JUGA:  Warga Tamalanrea Menolak Jadi "Tumbal" PSEL, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi

Di tengah keputusasaan itu, harapan akhirnya muncul ketika Ikram diarahkan ke RSUD Daya Makassar. Di rumah sakit inilah ia mendapat penanganan medis yang layak, tanpa diskriminasi administratif.

Ikram akhirnya dirawat di RSUD Daya pada hari Minggu lalu. Setibanya di rumah sakit tersebut, Yuni mengaku terkejut sekaligus terharu karena Ikram langsung mendapatkan pelayanan tanpa ditanya soal administrasi.

“Kami langsung dilayani. Tidak ditanya BPJS atau apa. Petugas langsung ambilkan kursi roda, dicek tensinya, dan langsung ditangani,” ungkapnya.

Bahkan, ketika sempat ditanya terkait BPJS di loket, pelayanan medis tetap berjalan tanpa penolakan. Petugas RSUD Daya tetap memprioritaskan kondisi pasien.

“Walaupun belum bawa BPJS, tetap dilayani. Mereka (tim medis) bilang, sudah ibu, yang penting ditangani dulu,” lanjut Yuni, mengenang awal mengantar Ikram di RS Daya.

Kisah perjuangan Ikram kemudian viral di media sosial setelah Yuni mengunggah pengalaman tersebut. Unggahan yang awalnya dibuat pada hari Minggu itu mendadak mendapat perhatian luas dan dibagikan oleh banyak warganet pada hari-hari berikutnya.

BACA JUGA:  Progres 100 Hari, Program Siap Jalan

“Awalnya saya tidak sangka akan ramai. Saya posting hari Minggu, malamnya sudah banyak yang bagikan. Besoknya, Masya Allah, ramai sekali,” katanya.

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pelayanan kesehatan di RS Daya Makassar, mengedepankan nilai kemanusiaan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

RSUD Daya Makassar kini dipandang sebagai rumah sakit yang hadir untuk semua, tanpa memandang latar belakang sosial maupun kelengkapan administrasi pasien, juga sebagai simbol hadirnya Pemerintah Kota di saat warganya paling membutuhkan.

Saat ini, Muhammad Ikram, siswa kelas III SMP PGRI 4 Makassar, telah mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Daya Makassar. Oleh sebab itu, Yuni berharap doa semua pihak agar kesembuhan Ikram.

“Kami dari pengasuh panti asuhan berharap Ikram segera pulih dan dapat kembali melanjutkan pendidikannya seperti sedia kala,” harapnya.

Tak hanya pasien Muh Ikram, Pelayanan prima kembali dirasakan oleh masyarakat lainya di RS Umum Daya Kota Makassar. Salah satu orang tua pasien, Muhammad Syarif, mengaku puas atas pelayanan cepat dan responsif yang diterima anaknya saat menjalani perawatan akibat kecelakaan.

BACA JUGA:  Sapa Warga Pulau Terluar, Munafri Serahkan Bantuan untuk 143 Nelayan di Lumu-lumu

Muhammad Syarif menuturkan, anaknya langsung mendapat penanganan medis saat pertama kali tiba di RS Umum Daya tanpa harus melalui proses administrasi yang berbelit-belit.