Menurutnya, Konven ini mengingatkan kembali komitmen kita untuk membawa Gereja Protestan Indonesia Luwu menuju arah yang lebih baik.
“Gereja yang memelihara persekutuan di tengah kemajemukan, memiliki semangat pelayanan, dan tetap kokoh berdiri menghadapi arus perubahan zaman,” ujar Pdt. Isbon.
Pdt. Isbon turut menggambarkan perkembangan pelayanan GPIL yang terus menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Saat ini GPIL memiliki 119 jemaat dengan jumlah sekitar 20.000 warga gereja yang tersebar di berbagai wilayah.
GPIL memiliki dua jemaat di Jakarta-Tangerang, dua jemaat dan satu tempat ibadah di Kota Makassar, satu jemaat di Toraja Utara, dan 114 jemaat di wilayah Luwu Raya.
“Pelayanan ini dijalankan oleh 57 pendeta aktif dan 16 vikaris yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan umat,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelayan gereja yang tetap setia dan berdedikasi menjalankan panggilan pelayanan.
Lanjut dia, rekan-rekan pendeta, vikaris, penatua, dan diaken adalah pilar yang menopang pelayanan gereja.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Isbon menegaskan pentingnya kemandirian gereja dalam menyelenggarakan pelayanan. Menurutnya, dukungan jemaat akan menjadi faktor utama dalam memperkuat gerak pelayanan GPIL ke depan.
Kegiatan Konven ini maupun pelayanan kita ke depan akan lebih banyak mengandalkan dukungan jemaat sebagai upaya menuju gereja yang mandiri.
“Namun, kita tetap terbuka pada dukungan kemitraan selama hal itu sejalan dengan nilai-nilai pelayanan gereja,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Pdt. Isbon menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta Konven dan pihak yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Atas nama Majelis Pekerja Sinode GPIL, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta Konven, para pendeta, vikaris, dan semua pihak yang memberikan dukungan. Salam hangat kami untuk seluruh jemaat,” pungkasnya.












