Dia mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir pemerintah kota telah melewati berbagai tantangan pembangunan. Namun, berdasarkan data dan indikator resmi, sejumlah capaian menunjukkan perkembangan yang positif.
Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh indikator pembangunan menunjukkan tren peningkatan, termasuk pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang disebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Sulawesi Selatan.
Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan, angka stunting mengalami penurunan, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar terus mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah, satu tahun ini kita lewati dengan sangat baik. Hampir seluruh indikator naik secara signifikan,” katnaya.
“Pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dari nasional maupun provinsi, angka kemiskinan turun, stunting juga menurun, dan indeks pembangunan manusia terus meningkat,” lanjutanya.
Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa capaian angka statistik tersebut bukanlah tujuan utama pembangunan, melainkan hanya gambaran umum atas arah pembangunan yang sedang berjalan.
Menurutnya, yang lebih penting adalah dampak nyata pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ditegaskan, angka-angka ini hanya sebuah kiasan untuk memberikan gambaran seperti apa pola pembangunan yang kita lakukan ke depan.
Yang lebih penting adalah bagaimana lorong-lorong di Kota Makassar tidak lagi banjir ketika hujan, bagaimana masyarakat tidak lagi harus mengungsi saat banjir datang.
Politisi Golkar itu menekankan, bahwa orientasi pembangunan pemerintah kota saat ini bukan sekadar mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), tetapi juga menghadirkan pemerintahan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Yang kita inginkan bukan hanya good governance, tapi bagaimana menghadirkan kebijakan dan program pemerintah memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Munafri juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah kota yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok pekerja rentan.
Ia menyebutkan bahwa saat ini sekitar 81.000 masyarakat Kota Makassar telah mendapatkan perlindungan melalui program jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian.
Namun menurutnya, program tersebut masih perlu diperkuat agar memberikan perlindungan yang lebih komprehensif.
Karena itu, tahun ini pemerintah kota menambah program jaminan hari tua bagi sekitar 41.000 pekerja rentan dan pekerja keagamaan yang dibiayai melalui APBD.












