Selain UPZ Masjid, BAZNAS Makassar bukan saja memiliki kemampuan mengelola, melainkan dapat menjalin kerjasama yang baik lintas sektoral, utamanya dengan pemerintah kota, hingga aparat keamanan—salah satunya dengan Polres Pelabuhan Makassar. Dan, saat ini sedang membangun komunikasi intensif dengan Polwiltabes Makassar.
Di hadapan rombongan, kelima komisioner BAZNAS Makassar juga menjelaskan, keberhasilan badan yang dilantik Walikota Makassar, Moh.Ramdhan Pomanto, pada April 2021 lalu, bukan kerja orang perorang semata, melainkan kerja tim yang maksimal. Yakni, melibatkan seluruh komponen, utamanya pemerintah Kota Makassar, berbagai lembaga pemerintah, termasuk masyarakat, dan para muzakki. Tentunya melalui sosialisasi yang intensif
Di sisi lain, berbagai program unggulan yang lahir dari rahim BAZNAS Makassar punya dampak begitu besar. Sebut saja, Saudagar Tangguh Baznas yang dikemas dalam bentuk Bantuan Operasional Dhuafa Produktif, atau BOS’DP.
Bantuan Operasional Dhuafa Produktif ini, setidaknya karena kebanyakan pelaku UMKM, kurang memiliki kemampuan atau kecakapan meningkatkan produktivitas. Malah, masih ada pelaku ekonomi kecil ini menjatuhkan pilihan kepada rentenir. Akibatnya, keuntungan mereka dihabiskan untuk membayar utang.
Program lainnya adalah, memberikan bantuan pendidikan bagi anak anak kaum dhuafa mulai SD, SMP, MIN, MTsN, MAN, hingga S1. Sunatan massal. Dan, pembagian makanan di kantong kantong kemiskinan, perkampungan kumuh, hingga di emperan emperan jalan dan emperen toko. Program ini dikemas dalam program SeJuTa.
“Dalam menjalankan semua program tersebut, BAZNAS Makassar juga melibatkan seluruh komponen, utamanya pemerintah Kota Makassar, berbagai lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan hingga para muzakki, dan tentunya para pengurus UPZ masjid. Dengan demikian, mereka bisa melihat secara langsung program BAZNAS Makassar. Dari sinilah, baik UPZ masjid, dan lainnya tergugah, lantaran bantuan yang disalurkan tepat sasaran,” tutur Ashar Tamanggong.
Selain itu, BAZNAS Makassar juga memiliki sederet program, utamanya di bidang kesehatan, kemanusiaan, dakwah dan advokasi, serta ekonomi. Kelima program ini, tidak boleh keluar dari delapan golongan penerima. Yakni, fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil. Dan tentunya, dalam menjalankan program kerja tahunan, wajib hukumnya BAZNAS berpegang teguh pada tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI. (din pattisahusiwa-tim media baznas makassar)












