Program lainnya adalah, bantuan kesehatan, bantuan modal usaha bagi UMKM, bantuan untuk perbaikan rumah.. Seluruh program yang dilakukan BAZNAS Kota Makassar, bertumpu bagi upaya menumbuh-kembangkan kekuatan sosial ekonomi ummat Islam. Sebab, jika ekonomi umat menguat, tentunya nilai privat-publik, vertikal-horizontal, serta duniawi-ukhrawi akan terjaga dengan baik.
Dalam menjalankan program kerja tahunan, wajib hukumnya BAZNAS berpegang teguh pada tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.
Aman Syar’i, yakni, pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perundang-undangan.
Sedangkan, Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, Prof.Dr.H.Muh Asdar,SE,M.Si,CWM menyambut baik BAZNAS Goes to Campus. Baginya, apa yang dilakukan BAZNAS Makassar, memberi ruang kepada mahsiswa muslim di Makassar guna melaksanakan kewajiban berzakat.
Sebab, dari kewajiban berzakat itulaah, juga dikembalikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga dhuafa, tentunya dalam bentuk beasisswa. Malah, dari zakat itu pula dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kegiatan UMKM.
Mantan Rektor Universitas Cokroaminoto Makassar ini menambahkan, BAZNAS Goes to Campus diikuti 20 peserta berasal dari mahasiswa sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Unhas, Universitas Cokroaminoto, Politeknik Negeri Pangkep, Universitas Mega Rezky, dan lainnya. Hadir pula pengelola UMKM dan da’i. (din pattishausiwa-tim media baznas kota makassar)












