Appi Kuliah Umum di FH Unhas : Cerita Perjuangan dari Penyiar Radio hingga Wali Kota Makassar

“Tidak ada perjuangan yang dilakukan sampai tuntas yang berakhir sia-sia. Berjuanglah sampai tuntas untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan,” pesannya kepada mahasiswa.

Dia mengatakan, keberhasilan meraih jabatan Wali Kota Makassar merupakan bagian dari mimpi yang diperjuangkannya selama bertahun-tahun.

“Kalau kita mendapatkan mimpi kita, kita tidak akan pernah lelah menjalaninya karena yang kita dapat adalah mimpi terbaik kita,” ucap Appi.

Selain membahas politik, Appi juga menceritakan masa mudanya yang penuh keterbatasan ekonomi.
Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana yang sangat disiplin.

Ia masuk Fakultas Hukum, orang tua cuma membayar satu semester. Setelah itu sampai selesai saya bayar sendiri sambil bekerja sebagai penyiar radio.

Alumni FH Unhas itu, juga mengaku sempat kesulitan berbahasa Inggris saat bekerja di dunia sepak bola profesional.

Pengalaman itu kemudian membawanya dipercaya menjadi pimpinan perusahaan hingga perwakilan kehormatan Republik Kroasia di Indonesia.

“Kita harus punya tujuan hidup atau goals dan tahu bagaimana cara mencapainya. Kalau malas, kesempatan itu akan hilang,” jelasnya.

BACA JUGA:  Tok!, APBD Perubahan Makassar Rp5,26 Triliun Disahkan

“Tapi kalau mau belajar dan bekerja keras, kesempatan akan datang,” sambung Ketua Golkar Makassar itu.

Dalam kuliah umum itu, Appi juga mengingatkan pentingnya membangun relasi selama masa kuliah.

Dia turut membagikan pengalamannya saat dipercaya memimpin PSM Makassar pada 2016 di tengah kondisi klub yang terpuruk dan terkena dampak sanksi FIFA.

Appi mengaku melakukan perubahan besar-besaran mulai dari struktur manajemen, pelatih, hingga pemain asing.

Perubahan itu perlahan membuahkan hasil. PSM mulai bangkit hingga mencatat rekor tanpa kekalahan dan akhirnya meraih prestasi nasional.

“Tahun 2019 setelah 19 tahun tanpa trofi, PSM akhirnya juara Piala Indonesia,” bebernya.

Menutup kuliah umumnya, Appi mengajak mahasiswa Fakultas Hukum Unhas menjadi motor penggerak lahirnya kebijakan publik yang cerdas, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat.

“Mari jadikan Fakultas Hukum Unhas sebagai motor penggerak lahirnya kebijakan publik yang cerdas, berkeadilan, dan berpihak pada rakyat,” pungkasnya. (*)