Menutup sesi, Alwy Rachman meberikan refleksi, “Apakah Pancasila saat ini benar-benar dipahami dan disepakati bersama? Jika tidak, maka ia akan membuat terpecah-pecah dan tidak bekerja sebagai kerangka pemersatu bangsa.” Alwy Rachman menyebutkan, Pancasila seharusnya menjadi kerangka nilai yang hidup. “Pancasila harus diuji dalam praktik, dan harus mampu memperjuangkan kepentingan bersama secara etis dan substansial,” pungkas Alwy Rachman.
Diskusi berlangsung hangat dan reflektif, dengan dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, dosen, aktivis lingkungan, dan juga pelaku usaha serta karyawan swasta. Berjalan selama kurang lebih tiga jam, pertemuan diakhiri melampaui waktu biasanya pada pukul 16.00 sore. (RW)












