Manfaat selanjutnya yaitu, agar generasi muda dapat memahami berbagai khazanah kebudayaan dan nilai-nilai budaya yang ada di Makassar, khususnya yang terkandung dalam Objek Pemajuan Kebudayaan.

Selain itu, agar supaya dapat menumbuhkan/membangkitkan kesadaran, kecintaan dan kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai budaya, khususnya terkait Objek Pemajuan Kebudayaan.
“Tentu ini juga dapat memunculkan ide-ide kreatif dalam memanfaatkan Objek Pemajuan Kebudayaan yang dapat membangkitkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Selain manfaat yang digambarkan, Edo juga menjelaskan dampak positif bagi para generasi muda. Pertama, generasi muda akan ikut terlibat dalam agenda-agenda Pemajuan Kebudayaan untuk membangun bangsa berbasis nilai-nilai budaya lokal menuju Indonesia Emas 2045.
Kedua, generasi muda mampu mengaktualisasikan nilai-nilai budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui agenda-agenda Pemajuan Kebudayaan.
Ketiga, Tumbuh/bangkitnya kepedulian kesadaran, kecintaan dan kepedulian generasi muda akan berbagai kzanah kebudayaan terutama nilai-nilai budaya lokal, khususnya terkait Objek Pemajuan Kebudayaan.
Keempat, Generasi Muda mampu memanfaatkan Objek Pemajuan Kebudayaan dengan ide-ide kreatif yang dapat membangkitkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan.
Adapun kegiatan yang rencananya akan dibuka pada pukul 8.30 WITA pagi ini, akan menampilkan acara seminar kebudayaan yang rencananya akan menghadirkan 2 pemateri yakni Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM. (Inisiator/Penanggungjawab Kongres Kebudayaan Sulawesi Selatan 2023) dan Dr. Suriadi Mappangara, M.Hum (Mantan Kepala BPNB Makassar dan Ketua Jurusan Sejarah Universitas Hasanuddin).
Selanjutnya akan berlangsung Tour Literasi Budaya. Kegiatan ini akan sangat menarik karena memperkenalkan secara langsung Objek Pemajuan Kebudayaan yang ada di Kota Makassar, khususnya yang ada di dalam Fort Rotterdam. Kegiatan ini dilakukan dengan membawa langsung peserta melihat Objek Pemajuan Kebudayaan, sekaligus memberikan penjelasan secara detail setiap objek yang dikunjungi.
“Diharapkan kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar dan sukses, tentu ini tak lepas dari doa para budayawan serta para pemerhati budaya yang ada di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.












