“Para anak yatim piatu dan fakir miskin yang diasuh di Panti Asuhan Muhtadinah ini berasal dari berbagai kota/kabupaten di Sulsel maupun Sulbar seperti Makassar, Maros, Gowa, Jeneponto, Pangkep, Wajo, Soppeng, Bone, Mamasa, Mamuju dan Kepulauan Selayar. Bahkan ada pula yang asal Nusa Tenggara Timur (NTT),” jelasnya lagi lalu menambahkan kunjungan itu diakhiri dengan foto bersama seluruh anak panti asuhan dan juga para pengasuhnya. (*)
IKA SMANSA 82 Bagikan Amplop di Jalanan dan Salurkan Sembako ke Panti Asuhan Muhtadina
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

NusantaraInsight, Makassar — Ibu-ibu binaan Komunitas Anak Pelangi (K-apel) menerima bantuan dua unit mesin jahit dan dua unit mesin press keripik dari Dinas Koperasi Provinsi Sulawesi Selatan melalui Ibu Yeni…

Semua proses tersebut berjalan dalam bingkai kurikulum CAKEP BERDAYA (Cerdas, Kreatif, Empati, Progresif, Berdaya). Mereka belajar Cerdas, dengan memahami hubungan sebab-akibat dari setiap tindakan. Mereka dilatih Kreatif, dengan merancang solusi…

Ia menyoroti tiga isu krusial: partisipasi publik, lingkungan, dan kinerja. Dalam aspek kinerja, ia menilai indikator yang digunakan masih dominan output, bukan outcome. “Artinya, yang diukur lebih banyak soal aktivitas…

Ahmad Hasan menegaskan peran majalah sebagai pengganti podium. Bung Hatta menolak menurunkan kualitas majalah meski dianggap sulit dipahami. “Menurutnya, bukan kualitas media yang harus diturunkan, melainkan kapasitas pembaca yang harus…

Ia berharap kegiatan PKM ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk membuka ruang kolaborasi serupa. “Komunitas seperti K-apel selalu terbuka menjadi laboratorium sosial bagi pendidikan….







