Allahu Ghoyatuna

Mungkin saya tidak sedang mengubah dunia.
Tapi jika satu anak berubah cara memandang hidupnya, maka ada satu dunia kecil yang ikut bergeser.

Tentang kebaikan, saya belajar untuk tidak sibuk menghitung.
Karena kebaikan punya caranya sendiri untuk pulang.

_”Dan teruslah menebar kebaikan, karena kita tidak tahu kebaikan mana yang dapat menembus langit dan menggoncang ‘Arsy.”_ ~ Rahman Rumaday

Namun di antara semua renungan itu, ada satu ayat yang selalu datang sebagai pengingat paling jujur yakni surat As-Shaff ayat 2 yang artinya _”Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?”_

Ayat ini seperti cermin.
Tidak marah, tapi tegas.
Seakan bertanya,
_”Apakah langkahmu sudah sejalan dengan ucapanmu?”_

Di K-apel ini, saya tidak ingin pandai berkata-kata.
Saya ingin pelan-pelan menjadi.

Seperti kata Hasan Al-Bashri;:
_”Iman bukanlah angan-angan, tetapi apa yang menetap di hati dan dibuktikan dengan amal.”_

Maka saya memilih diam yang bekerja, bukan suara yang ramai tapi kosong.

Saya ingin, jika pun lelah,
lelah itu bernilai ibadah.

BACA JUGA:  Lions Club Makassar Rajawali Terima Kunjungan DG LCI District 307-B2 Indonesia

Dan sore itu, sambil merapikan meja belajar, dan karpet, menutup pintu,
saya berbisik pada diri sendiri bahwa,

Tidak apa-apa berjalan pelan.
Tidak apa-apa terlihat kecil.
Selama arahmu jelas.

_Parang Tambung, 21/12/25_